Movie Review : Three Billboard Outside Ebbing, Missouri

Kali ini saya mau review film yang juga banyak mendapatkan nominasi Oscar 2018 dan membawa pulang dua piala yaitu untuk kategori Actress in a leading role dan Actor in a supporting role
Awalnya saya ragu nonton film ini karena judulnya panjang amat ? dan baca sinopsisnya kayaknya suram. Tapi akhirnya saya putuskan untuk nonton karena mau lihat akting Frances McDormand yang mengalahkan Saoirse Ronan, Margot Robbie, Sally Hawkins dan Meryl Streep di kategori Actress in a leading role Academy Awards 2018.

Plot
Film ini berkisah tentang seorang ibu (Mildred Hayes diperankan oleh Frances McDormand) yang marah dan depresi pasca kematian putrinya yang meniggal karena diperkosa dan dibakar. Kemarahan Hayes makin menjadi karena setelah 7 bulan kasus kematian putrinya, belum juga tertangkap pelakunya.

Akhirnya suatu ketika Hayes punya ide untuk menyewa 3 billboard tua yang sudah 20 tahun tidak pernah lagi ada yang pakai. Ketiga billboard ini berjejer di perbatasan Kota Ebbing, Missouri. Lokasi billboard ini juga merupakan lokasi diperkosanya si anak. Pesan di billboard tersebut merupakan sindirian untuk kepolisian setempat dan khususnya untuk Kepala Polisinya (William Willoughby yang diperankan oleh Woody Harrelson). Pesan dalam billboard tersebut adalah:

Billboard 1 :

“RAPED WHILE DYING”

Billboard 2 :

“AND STILL NO ARREST?”

Billboard 3

“HOW COME CHIEF WILLOUGHBY?”

Hasil gambar untuk Three Billboard Outside Ebbing, Missouri

Mildred Hayes bersama 3 billboard yang disewanya

Hasil gambar untuk Three Billboard Outside Ebbing, Missouri

Pesan pada Billboard yang disewa Mildred Hayes

Inti dari pesan di Billboard tersebut adalah bahwa Mildred Hayes mengkritik keras kinerja kepolisian  setempat yang dinilai lamban dan tidak serius menyelidiki kasus yang menimpa anaknya. Dan benar saja, akibat billboard-billboard tersebut, kepolisian seperti “kebakaran jenggot” khususnya bagi Chief William Willoughby dan kaki tangannya Dixon, yang merupakan polisi junior di kepolisian tersebut.

Film ini membawa kritik terhadap beberapa isu yang menurut saya sangat cerdas:

Keseriusan suatu lembaga dalam dalam menjalankan tugasnya

Pada film ini diperlihatkan kondisi kantor kepolisian daerah yang isinya polisi-polisi malas dan tidak bergairah. Akibatnya, masyarakat kurang respect sama aparat kepolisian. Mereka diperlihatkan “berani” sama polisi terutama semenjak Mildred Hayes memasang pesan-pesan sindiran di Billboard.

Penyalah-gunaan wewenang atau kekuasaan yang dicerminkan oleh sikap “mentang-mentang” karena berkuasa maka boleh semena-mena kepada kaum lemah

Dixon, junior Chief Willoughby mencerminkan sikap semena-mena seorang polisi yang berkuasa. Suka menindas yang lemah dan yang dia nggak suka tanpa perlu alasan.

Jangan pernah main main sama emak. Film ini tuh sebenernya tentang The Power of Emak-Emak ?

Yes, bener banget. Jangan pernah main-main sama emak-emak atau hidup lo bakalan kacau. Mildred Hayes merupakan ibu yang sangat marah dan mampu melakukan apa saja untuk mengungkap kasus anaknya.

Jangankan polisi, penjahatnya aja kalo ketemu berani dia lawan

STOP MISSERABLING YOUR LIFE

Sekalipun depresi, Mildred Hayes tidak menunjukkan kedepresiannya tersebut dengan mengasihani dirinya berlarut-larut. Kalau di awal ketika baca sinopsisnya saya ragu mau nonton karena lagi nggak selera nonton film-film sedih, ternyata saya salah. Mildred Hayes cerminan seseorang yang tangguh. Depresinya ditunjukkan dengan aksi yang tidak pernah lelah untuk menuntut keadilan. Keliatan banget kalau dia strong woman. Nggak pernah sekalipun dia menangis di film ini sekalipun dengan bahasa tubuhnya, terlihat kalau dia depresi

AKTING

3 pemain film ini mendapatkan nominasi Oscar, bahkan 2 aktor mendapat nominasi yang sama di satu kategori yaitu aktor pendukung terbaik.

Untuk kategori Actress in a leading role, film ini membawa pulang Oscar.

Akting Frances di sini memang luar biasa. Dia berhasil membawakan karakter ibu yang sedih dan marah tanpa harus menangis tersedu-sedu dan marah ngamuk-ngamuk. Tapi sebagai penonton, saya sangat yakin kalau dia sedang sangat marah dan depresi. Ini pasti akting yang sulit.

Dua peran polisi yaitu Willoughby dan Dixon, mendapatkan tempat di kategori  Actor in a supporting role. Dan Oscar akhirnya dibawa pulang oleh Dixon yang diperankan oleh Sam Rockwell ???

Berikut adalah gambar cuplikan scene di film Three Billboards Outside Ebbing, Missouri

Hasil gambar untuk Three Billboard Outside Ebbing, Missouri

Midred bersama Chief Willoughby

Hasil gambar untuk Three Billboard Outside Ebbing, Missouri

Mildred bersama Dixon

Hasil gambar untuk Three Billboard Outside Ebbing, Missouri

Wajah depresinya Mildred Hayes

Hasil gambar untuk Three Billboard Outside Ebbing, Missouri

Dixon si polisi yang semena-mena

Membawa pulang dua Oscar
Sekalipun tidak menang di dua kategori yaitu Best Picture dan Best Sound Editing, namun film ini berhasil membawa pulang dua oscar. Alhamdulillah lah ya..

Selamat buat Frances McDorman dan Sam Rockwell. Your work was awesome.

Hasil gambar untuk frances mcdormand oscar

Hasil gambar untuk sam rockwell oscar

Please follow and like us:

Blogging untuk pemula : perbedaan blog gratisan dan berbayar

Langkah-langkah blogging untuk pemula. Ada beberapa cara untuk mengekspresikan diri dan pemikiran kamu melalui blog. Sebelumnya, saya perlu jelaskan dulu beberapa jenis blog yang selama ini berseliweran di internet :

  1. Blog gratis (yang paling populer yaitu wordpress dan blogspot)
  2. Blog berbayar (beli di perusahaan yang menjual domain dan hosting)

Bedanya apa? kalau blogging gratisan, otomatis nama blog kita akan disertai oleh domain pemilik blog. Misal shofiaishar.wordpress.com atau shofiaishar.blogspot.com. Kalau kita pakai blog berbayar, tidak perlu lagi ada embel-embel .wordpress/.blogspot tapi bisa langsung .com. Contoh, shofiaishar.com seperti pada web blog ini.

Nah kita harus memutuskan dulu either pakai yang gratisan atau yang berbayar.

Terus selain ekstension namanya beda, apalagi bedanya antara blog gratis dan blog berbayar?

Blog gratisan

1. Kita tidak bisa pasang Google Adsense di blog kita. Google Adsense ini adalah fasilitas google untuk menampilkan iklan di blog kita dan oleh karenanya kita berpeluang mendapatkan uang. Tapi kabarnya sih kalau blogspot bisa karena blogspot punya-nya Google (coba dites sendiri).

2. Tidak bisa custom untuk pilihan besaran kapasitas penyimpanan di blog kita. Kalau kita tipe blogger yg ingin banyak posting foto dam video, saya rasa kapasitas blog gratisan akan kurang

Blog berbayar

Kebalikannya blog gratisan tadi,

1. Bisa pasang Google Adsense

2. Bisa customize besaran kapasitas hosting

3. Bisa customize hal-hal lain misal kita bisa pesan agar blog kita cepat terindeks google dengan membeli fitur di tempat kita beli domain dan hosting

Mungkin masih banyak lagi perbedaannya namun saya juga belum tau. Yang tersebut di atas adalah berdasarkan yg saya alami saja.

Selamat mencoba

 

Please follow and like us:

TBS Amazonian Saviour Multi-Purpose Balm Review : Balm untuk perawatan bibir, kulit, kuku dan rambut kering dalam satu kemasan

Amazonian Saviour Multi-Purpose Balm 

Seperti namanya, produk ini memang punya fungsi banyak dalam satu produk yaitu :

1. Untuk melembapkan bibir

2. Untuk menghilangkan kutikula pada kuku

3. Untuk melembapkan bagian-bagian kulit yang kering seperti pada lutut, ujung telapak tangan dan kaki

4. Untuk melembapkan ujung-ujung rambut yang biasanya kering dan pecah-pecah.

Sakti banget kan produk ini? Dan memang berkhasiat. Sejak pakai, kutikula pada hilang dan awet hilangnya. Biasanya setiap habis mandi dan nyuci piring, area kuku jadi kering banget. Tapi sejak dioleskan produk ini, jadi enggak kering lagi.

Berkhasiat jg untuk rambut yang mengembang dan kering. Pakaikan balm ini dengan cara mengoles ke bagian rambut yg kering, maka nanti rambutnya akan “nurut”

Kalau testimoni saya terhadap produk ini, semua khasiat yang dijanjikan memang terbukti. Satu saja kekurangannya :

Bau-nya sangat “Natural” ?

Baunya itu bagi saya agak gimana gitu ya. Pernah tanya ke SPG nya kenapa kok baunya nggak wangi? Katanya TBS emang mau menonjolkan kealamian bahan dari produk ini. Jadi emang nggak ditambah parfum apa apa supaya baunya netral sesuai bahan alaminya. Statement ini apa ya relevan ya? bener sih mau menonjolkan bau alami dari bahan dasarnya. Tapi ya menurut saya kok kurang pas juga. Jadi, ibarat kita punya bau badan alami kalo pas nggak sedep gitu kan nggak bisa dibiarin alami gitu aja dong?Natural is good but, tetep aja butuh “sentuhan” tangan manusia untuk membuatnya lebih spesial..

Harga

Harga satu kemasan balm ini adalah Rp. 189.000. Untuk multi-purposenya saya rasa worth it tapi untuk baunya, haduh.. jadi agak nyesel belinya ?

Tapi saya suka desain kemasannya. Nyeni banget.. 🙂

Please follow and like us:

I, Tonya Movie Review

I, Tonya Movie Review

Saya mau mereview lagi salah satu film terbaik di tahun 2017. Film ini berjudul I, Tonya. Film ini merupakan film yang berdasarkan kisah nyata yaitu tentang atlet figure skating Amerika yang kontroversial, Tonya Harding.

Di tahun 90an, nama Tonya Harding menjadi sangat terkenal bukan hanya karena prestasi yang ditorehnya namun karena skandal penyerangan terhadap rivalnya di cabang olah raga tersebut yaitu Nancy Kerrigan. Akibat skandal tersebut, Tonya Harding didepak dari asosiasi figure skating di Amerika dan tidak diperbolehkan lagi mengikuti pertandingan apapun. Dan semenjak itu, nama Tonya Harding jadi “bulan-bulanan”/ bahan makian/ joke / bulian di dunia sport amerika. Tragis ya…

Namun walaupun kisahnya tragis, justru kisah Tonya Harding ini sangat menarik untuk diangkat. Karena bagaimanapun masyarakat membencinya, Tonya Harding adalah atlet perempuan Amerika pertama yang melakukan Triple Axel di Olimpiade (lompatan paling sulit di cabang olah raga tersebut). Tonya jelas menoreh sejarah untuk Amerika dan hal tersebut tidak bisa dipungkiri seburuk apapun citra dirinya di mata dunia.

Film ini memang sangat kontroversial karena dinilai sebagai aksi “bela diri” nya Tonya Harding atas tragedi tersebut.

Namun kalau dari perspektif saya sih, film ini idenya keren banget, terserah lah ya dibilang kisah yang nggak valid karena subjektifitasnya tinggi. Tapi ya selama ini juga penilaian terhadap Tonya Harding banyak yang subyektif. Berita juga simpang siur. Jadi saya rasa film ini merupakan momentnya Tonya Harding. Alam semesta sedang berpihak kepadanya. Ya.. gantian dong, sekarang kita membicarakan fakta dari perspektif pelakunya. Biar berita yang selama ini beredar menjadi imbang.

Plot

Film ini dimulai dengan adegan wawancara terhadap Tonya Harding masa sekarang (usia 40an) dan semua orang yang terlibat dengan kisah hidupnya yaitu, ibu, pelatih, reporter media sport, mantan suaminya dan bodygueardnya. Baik Tonya dan orang-orang tersebut diminta untuk menceritakan perjalanan karir Tonya Harding dari perspektif masing-masing.

Hasil gambar untuk I tonya

Tonya Harding yang diperankan oleh Margot Robbie

Tonya Harding memulai karirnya sejak usia dini yaitu 3 tahun dan memenangkan perlombaan Skate untuk pertama kalinya di usia 4 tahun mengalahkan lawan-lawan yang usianya lebih tua darinya. Tonya awalnya ditolak oleh pelatihnya karena terlalu muda. Namun karena skillnya yang udah jago banget di usia tersebut, Tonya akhirnya diterima jadi murid Diane Rawlinson.

Tonya dididik oleh ibu yang keras dan kasar. Ibunya hanya seorang pelayan restoran yang menghabiskan sebagian besar penghasilannya untuk Tonya latihan skate. Maksud si ibu ini bagus sih, tapi caranya abusive. Ibunya ini juga menjahit sendiri semua kostum lomba Tonya karena tidak punya uang untuk membeli apalagi membayar desainer. Namun hubungan mereka tidak berjalan baik. Ibunya digambarkan tidak pernah mengapresiasi segala prestasi Tonya dan kalau Tonya kalah tanding, ibunya akan marah dan menghujaninya dengan caci maki.

Ibu Tonya Harding, Lavona Golden diperankan oleh Allison Janey yang berhasil membawa pulang Oscar atas peran ini. Kalo saya rasa sih ibunya Tonya ini sebenarnya orangnya realistis. Mau anaknya punya nasib lebih baik, mau anaknya juara, tapi karena si ibu nggak pernah punya cara yang lembut atau paling tidak wajar, hubungan antara anak dan ibu ini nggak pernah berjalan mulus. Tonya memutuskan keluar dari rumah dan berpisah dengan ibunya sebelum dia lulus SMA. Sejak itu, Tonya tidak pernah sekolah lagi dan memutuskan fokus di Figure Skating.

Hasil gambar untuk lavona i tonya

Tonya Harding dan Lavona Golden in real life

Hasil gambar untuk lavona i tonya

Tonya Harding kecil bersama ibunya, Lavona Golden di film I, Tonya

Heart-breaking story

Cerita tentang Tonya Harding ini penuh dengan kisah yang heart breaking. Mulai dari ibu yang abusive, keluarga broken home, miskin, suami yang juga abusive dan karir yang hancur.

Keputusannya menikahi sang pacar yang suka mukulin dia menjadi awal petaka untuk karir Tonya.

Pernikahan dengan Jeff Gillooly

Setelah memutuskan pisah dengan ibunya, Tonya tinggal bersama pacarnya yaitu Jeff Gillooly. Karakter Jeff ini agak-agak psyco gitu. Suka mukul trus nanti minta maaf dan sayang lagi. Si Tonya ini kok ya apes terus. Udah ibunya suka mukul, pacarnya juga gitu. Tapi sudah tau begitu, Tonya tetep balik-balik lagi ke pelukannya Jeff bahkan akhirnya memutuskan untuk menikah.

Mungkin karena si Tonya ini kurang figur ayah. Ketika dia kecil, ayahnya pergi karena perceraian dengan ibunya.

Hasil gambar untuk lavona i tonya

Tonya dan Jeff di film I, Tonya

Hasil gambar untuk tonya harding wedding with jeff gillooly

Tonya dan Jeff in real life

Triple Axel

Sejak menikah, karir Tonya terus melonjak. Tonya yang nggak punya pilihan selain menjadi yang terbaik di bidangnya, totally fokus mengejar impiannya dengan latihan selama 8 jam setiap hari. Namun,  karakter Tonya dinilai kurang cocok untuk merepresentasikan cabang olah raga figure skating yang punya citra berkelas, anggun, klasik, manner, dan lain-lain yang bukan Tonya banget. Akibatnya, Tonya jarang mendapatkan score yang layak di setiap perlombaan yg diikutinya bukan dikarenakan kurang skillful tapi ada penilaian lain yang membuatnya tidak unggul yaitu presentasi. Presentasi di sini maksudnya adalah tampilan (baju, riasan, dan personalitas yang terlihat ketika skating).

Namun semua itu tidak menyurutkan semangatnya. Tonya terbukti mahir di bidang ini dengan pencapaiannya.

“After climbing the ranks in the U.S. Figure Skating Championships between 1986 and 1989, Harding won the 1989 Skate America competition. She was the 1991 and 1994 U.S. champion before being stripped of her 1994 title, and 1991 World silver medalist.[4] In 1991, she earned distinction as being the first American woman to successfully land a triple axel in competition, and only the second woman to ever do so in history (behind Midori Ito). She is also a two-time Olympian and a two-time Skate America Champion” (sumber wikipedia)

Pada tahun 1991 Tonya menoreh sejarah dengan melakukan lompatan triple axel di kompetisi figure skating.

Hasil gambar untuk I tonya

Hasil gambar untuk I tonya

Hasil gambar untuk Tonya Harding

momen saat berhasil landing triple axel

Selain itu, Tonya juga setelah musim gugur tahun 1991, Tonya tercatat menoreh sejarah sebagai wanita pertama:

  • The first woman to complete a triple axel in the short program;
  • The first woman to successfully execute two triple axels in a single competition;
  • The first ever to complete a triple axel combination with the double toe loop.

Tragedy penyerangan Nancy Kerrigan

Karir Tonya Harding hancur ketika dia dituduh terlibat penyerangan atas Nancy Kerrigan. Nancy Kerrigan adalah rivalnya yang sama sama mewakili US untuk olimpiade 1994 di Norwegia. Sekalipun tidak terbukti terlibat dan mendalangi penyerangan tersebut, Tonya Harding tetap dinyatakan bersalah karena dianggap mengetahui rencana penyerangan tersebut namun tidak melapor.

Ironisnya, karena kejadian itu, Tonya Harding dibanned atau tidak diperbohkan mengikuti kompetisi Figure Skating apapun dan dikeluarkan dari Asosiasi Figure Skating USA.

Hm… tragis bener ya..

Tapi sekali lagi, bagi saya film ini merupakan moment buat Tonya Harding untuk meluruskan persepsi orang terhadap dirinya. Kalau saya pribadi, i stand for her because she represents poor people who are willing to reach their dreams.

Bagi saya, perjuangan Tonya Harding cukup inspiratif dalam hal dia bukan anak siapa – siapa dan bukan dari keluarga kaya namun bisa berprestasi di bidang olah raga yang dikenal mahal dan berkelas.

Kesan terhadap film I, Tonya

Yang jelas, habis nonton film ini rasanya langsung kepo sama kehidupan karirnya Tonya Harding. Jadi browsing-browsing dan mulai membandingkan antara pemeran di kisah nyata dan di film. Emang pada mirip-mirip banget sih, pinter emang si Craig Gillespie. Terutama yang jadi Jeff dan Shawn. Sumpah mirip banget

Hasil gambar untuk jeff i tonya

kiri Jeff di film, kanan Jeff asli

Hasil gambar untuk jeff gillooly

ini Jeff di film diperankan oleh Sebastian Stan

Hasil gambar untuk jeff gillooly

Jeff Asli

Hasil gambar untuk shawn i tonya

Shawn Eckardt di film vs real life

Mirip kaaaan?

Kalau Margot Robbie sih emang kurang mirip sama Tonya Harding tapi aktingnya duh bagus banget…. apalagi saat – saat terakhir film. Ini nih yang sedih banget. Saat mau tampil di Olimpiade 1994 yang akhirnya jadi olimpiade terakhir dia

Hasil gambar untuk i tonya margot robbie

disini Margot Robbie berhasil banget ngebawain depresi-nya jadi atlet yang sedang dilanda kasus tapi harus tetap tanding dan tersenyum.

Tapi sayangnya di beberapa part, Margot Robbie masih kerasa kayak Harley Quinn di Suicide Squad. Mungkin agak susah kali ya lepas dari karakter yang kuat banget macam Harley Quinn.

But Overall, film ini menurut saya bagus. Menyentuh dan Margot Robbie keren abis…….

 

 

 

Please follow and like us:

Anti-aging cream yang affordable : L’Oreal Paris Revitalift (Day + Night Cream) Review

Halo.. buat ibu-ibu yang lagi nyari krim perawatan anti aging namun budget ngepas, nah…L’oreal Revitalift adalah jawabannya.

Menurut saya produk ini best deal banget karena dalam satu kemasanpum isinya banyak jadi rasanya nggak habis-habis.

Kenapa L’Oreal Revitalift ini dibilang best deal?

1. Day cream sudah ada spf-nya sampai 23

2. Night creamnya lembap banget

Kekurangannya,

Semacam agak berat di muka. Jadi bener-bener kerasa pake pelembap. Buat yang kulitnya sudah berminyak saya rasa jadi kurang cocok. Mungkin bisa asal pakainya sedikit saja.

ini day creamnya

Oya untuk Day cream 50 ml seperti gambar di atas, harganya Rp. 119.000. Banyak juga yang jual versi 20 ml nya. Harganya lebih murah yaitu sekitar 60 ribuan. Saran saya beli yang kecil aja dulu kalau baru mau coba-coba.

ini night cream nya :

         

Harga night cream Loreal Revitalift yang 50 ml, Rp. 160.000.

Kalau mau lebih murah, bisa juga beli paket dengan harga Rp. 318.000 (barusan ngeliat harga ini di tokopedia). Link klik di sini

Bagi saya produk ini dalam hal melembapkan sih Oke lah ya.. Tapi kalau untuk mencari produk yang benar-benar menyamarkan kerutan, saya rasa produk ini kurang efektif. Karena setelah pemakaian 6 bulan, kayaknya muka ini sama-sama aja. :))

Selamat mencoba

Please follow and like us:

TBS Oils of Life Review : krim malam yang lembut banget

Lagi suka banget sama produk satu ini. The Body Shop Oils of Life Sleeping Cream. Reviewnya:

1. Krimnya enteeeeng bgt di muka

2. Nggak lengket

3. Baunya enak banget

4. Teksturnya lembut /fluffy banget

Cocok untuk yg lagi cari krim anti aging. Muka jadi berasa lembut keesokan harinya.

Cara pakai:

1. Ada baiknya sih bersihin muka dulu pakai sabun

2. Keringkan

3. Oles dulu toner (aku pakai toner TBS yang sea weed)

4. Tetes concentrate / serum dan ratakan

5. Baru deh pake Oils of Life Sleeping Creamnya . Cukup sebesar biji jagung aja..

Kalau untuk harga, memang lumayan pricey tp karena pakai sedikit aja udah bisa cukup satu muka, aku rasa worth it lah dengan harga segitu. Kalo dibanding produk Nuskin, masih lebih murah ini..

Ini wujud produknya

So far, produk ini sangat recommended!

 

Please follow and like us:

Hair Product untuk rambut yang “susah di atur”

The Body Shop Strawberry Clearly Glossing Conditioner

Punya rambut yang susah diatur? uh… senasib banget kita. Tapi alhamdulillah, akhirnya nemuin produk yang cocok. Jadi, tipe rambutku ini tipe yang kasar dan mengembang tak tentu arah. Jadi kalau abis keramas, kering, trus rambutnya tuh jigrak keluar – keluar nggak jelas gitu (nggak nemu bahasa yang bagus nih, i hope you get what i mean) :))

Awalnya aku pake Conditioner TBS yang Rainforest. Cocok sih, tapi hasilnya masih kurang lembut. Nah, pas conditioner Rainforestku habis, dapet deh conditioner ini. The Body Shop Strawberry Clearly Glossing Conditioner. Dari namanya udah ketahuan ya.. kalau warnanya bakal merah dan baunya aroma Strawberry.

Review dari saya :

  1. Efeknya lembuuuut banget di rambut berasa abis creambath. Sumpah deh ya, sekali pake aja langsung berasa bedanya
  2. Rambut gampang di atur dan tetap pada posisinya selama seharian (nggak tiba-tiba “menyinga”)
  3. Baunya enaaaaak banget. Apalagi buat aku yang jilbaban, perlu banget nih punya hair products yang wanginya awet
  4. karena 100% vegan, jadi nggak khawatir ngerusak lingkungan
  5. Harga masih terjangkau. Rp. 109.000

Kesimpulannya, produk ini recommended banget! nggak nyesel.

Please follow and like us:

Lady Bird Review

Lady Bird Movie Review

Film besutan Greta Gerwig ini mendapatkan 4 nominasi di Academy Awards 2018. Untuk film yang mengangkat tema remaja sekolahan, bagi saya pencapaian tersebut sangat luar biasa. Lady Bird mendapatkan nominasi untuk Best Performance by an Actress in a Leading Role, Best Performance by an Actress in a Supporting Role, Best Achievement in Directing dan Best Original Screenplay. This movie was so close to Oscar! tapi  yah namanya belum rejeki. Jadi cukup puas jadi Nominee aja.

Bagi saya film ini sangat bagus karena mengangkat tema remaja dengan cara yang berbeda. Kalau biasanya tema-tema remaja yang diangkat ke film adalah cerita-cerita romantis yang topiknya “dangkal”, Lady Bird  mengangkat topik tentang permasalahan khas remaja ke level yang lebih esensial. It got me thinking that i was also in that situation, everybody was also in that situation where people at that age felt the urgency to determine what kind of future they wanted to pursue. And to make it come true, kita butuh persetujuan “universe” (baca: orang tua) hehe. Ternyata bukan di Indonesia aja ya permasalahan gitu muncul, di Amerika juga.

Plot

Oke kita mulai ceritanya ya.. Lady Bird atau Christine (diperankan oleh Saoirse Ronan), adalah anak sekolah tingkat akhir yang berencana untuk melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi (kalau di Indonesia setara sama anak kelas 12). Christine berasal dari Sacramento, sebuah kota kecil di California. Secara administratif, Sacramento ini adalah Capital City-nya California namun punya citra yang kurang “modern” di mata penduduk US. Sacramento sekalipun ibukota namun cost livingnya rendah dibanding kota-kota lain di California. Banyak yang bilang kota ini boring, terlalu tradisional, dan seperti ngga ada yang menarik bisa dilakukan di sana. Christine hates the fact that she is from Sacramento. Mungkin karena di pikirannya, dia takut dinilai seperti ini. (People from Sacramento areactually country bumpkins)

Country Music

Sebenernya bukan benci juga, tapi dia menginginkan kota yang dia pikir lebih relevan untuk masa depan dan personalitasnya yang menurut dia east-coast banget.

Christine mendambakan bisa kuliah di kampus-kampus east-coast namun “universe” seolah menentang. Pertama, ibunya yang berpikir bahwa mereka tidak punya cukup uang untuk menyekolahkan Christine di sana. Kedua, lingkungannya (baik lingkungan sekolah maupun keluarganya) menganggap Christine tidak cukup pintar untuk bisa diterima di sekolah-sekolah impiannya.

Film ini menceritakan bagaimana anak dari keluarga yang kurang mampu dan dengan intelektualitas rata-rata bisa mewujudkan impiannya untuk sekolah jauh dari orang tua dan di kota yang dianggap keren (ada yang pernah ngalamin situasi seperti ini? Kalau saya sih pernah banget). Selain permasalahan tersebut, dia juga masih harus berurusan dengan permasalahan-permasalahn khas remaja seperti pubertas, persahabatan, sekolah, eks-kul, pacaran, jati diri, dan juga hubungan dengan orang tua.

What’s the meaning of Lady Bird?

Nah, kenapa atau apa sih Lady Bird itu? Maksudnya apa kok judul film ini “Lady Bird”?

Jadi Lady Bird itu nama yang Christine kasih untuk dirinya sendiri. Karakter Christine digambarkan sebagai remaja yang deterministik, berusaha menentang apa yang orang bilang harus dia terima sebagai nasibnya termasuk namanya sendiri. Dia nggak mau terima begitu aja nama yang dikasih oleh orang tuanya, makanya dia tambahin “Lady Bird” di akhir namanya ( Christine “Lady Bird”). Menurutnya, nama itu adalah “hadiah” untuk dirinya sendiri. Agak ajaib emang pemikirannya, namun menurut saya ini suatu keunikan yang dimiliki Christine karena dia mencintai dirinya. Jarang lho, anak remaja yang sebegitu sayang sama diri sendiri. Biasanya malah pengen jadi orang lain/krisis identitas. Christine tipe anak yang sangat tau apa yang dia mau dan apa yang ingin dituju.

Humor : Lady bird movie is fulfilled with humor

Buat kamu yang lagi pengen nonton film bagus dan pengen banyak ketawa, Lady Bird pilihan yang cocok. Menurut saya film ini banyak mengandung humor mulai dari yang cerdas sampai sarkastik. Nuansa humor sudah terasa di beberapa menit film ini mulai ketika Christine dan ibunya berdebat di dalam mobil. Dalam adegan tersebut Christine yang nggak tahan dengan omelan ibunya, secara spontan melempar dirinya keluar dari mobil yang sedang berjalan. Adegan ini bisa dilihat di trailernya 👇🏻

Hasil dari adegan itu, sepanjang film tangan Christine dibalut gips karena patah. Image result for lady bird awards

Karakter Christine ini digambarkan sebagai karakter yang spontan dan nggak pikir panjang ala anak remaja. Salah satu permasalahan besar yang harus dia hadapi adalah kenyataan bahwa dia tidak pintar terutama di bidang matematika. Kondisi ini tuh bukti bahwa susah banget jadi anak dengan otak ala kadarnya. Tenang Christine, been there done that. Yes sama kok, saya juga dulu begitu..sering menyesali kenapa nggak terlahir pintar :))

Ada adegan dimana dia mendapatkan kesempatan emas (nggak sengaja melihat setumpuk berkas nilai matematika dan diam-diam mengambil dan membuangnya agar mendapat kesempatan memperoleh nilai yang lebih baik). Karena berkas nilai hilang, guru Matematikanya jadi mendata ulang nilai muridnya dengan dipanggil satu-satu dan ditanya berapa nilai mereka dengan mengandalkan kejujuran. Ketebak kan ini gimana endingnya dari situasi ini? Jelas saja Christine ngaku nilainya lebih besar dari yang tertulis di berkas asli yg sudah hilang.

Saya jadi mikir sih, kenapa dulu waktu SMA nggak “secerdas” si Lady Bird ini.. siapa tau kan nilai di Raport jadi berubah :))

Ada juga adegan di mana Christine nekad nyuri majalah di supermarket karena nggak dibeliin sama ibunya padahal harganya sangat murah

Hasil gambar untuk lady bird movie scene

(ini dia ekspresinya)

Love-hate relationship with her mother

Bagian yang ini, sepertinya semua remaja cewek bisa ngalamin dimana rasanya emak kita itu baweeeeel banget tapi kita juga sayaaaang banget. Christine dan ibunya punya karakter yang sama-sama keras. Jadi mereka tiap hari berantem.

Si ibu punya perangai yang keras bukan karena benci sama anaknya namun karena terlalu sayang. Christine disekolahkan di sekolah swasta katolik yang biayanya mahal sementara ibunya ini kerja sendirian. Jadi wajar sih si ibu ini jadi sering sensi kalo anaknya bertingkah. Karena ibunya harus kerja double shift untuk bisa membiayai Christine sekolah di sekolah yg dianggap ibunya paling aman dan terbaik untuk anaknya. Ah, so sweet….

Walaupun sering berantem, si ibu selalu mendukung kegiatan anaknya ini. Seperti ketika anaknya mau kencan, ibunya bantuin Christine cari gaun di toko pakaian bekas dan memermaknya sendiri di rumah.

Hasil gambar untuk lady bird movie scene

Acting

Saya rasa, akting aktor dan aktrisnya di film ini wonderful banget. Nggak heran baik Saoirse Ronan (Christine) dan Laurie Metcalf (ibunya) dapet nominasi Oscar. Film ini sangat menghormati kemampuan akting Ronan yang nggak pernah mengecewakan. Laurie Metcalf di sini “dapet” banget bawain karakter seorang ibu penyayang tapi ngomel-an. Chemistry ibu-anak di film ini terasa meyakinkan dan natural. Kehadiran  Lucas Hedges  dan  Timothée Chalamet juga mencuri perhatian. Lucas Hedges cocok banget meranin remaja country side yang relijius. Emang tampangnya tuh, gimana ya…. semacam country banget gitu. Oya, sekalipun hanya mendapat peran kecil namun 2 film di mana Lucas terlibat, masuk semua jadi nominasi Oscar (Lady Bird dan Three Billboards Outside Ebbing, Missouri).

Moral of the story

Kesan yang saya dapat dari film ini adalah, jadi bikin throwback ke masa-masa mau pilih kuliah. Bukan tentang sayanya sih, tapi jadi teringat sama teman-teman yang pada waktu itu struggle untuk bisa meraih impiannya. Ada yang di sekolah pintar namun kurang beruntung untuk bisa kuliah (akhirnya malah nggak kuliah), ada yang sudah keterima SPMB (Duh ketauan banget umurnya) di kota lain namun nggak jadi berangkat karena orang tuanya nggak punya biaya untuk ngongkosin ke luar kota. Ada juga teman yang gila-gilaan berusaha masuk ke salah satu kampus swasta di Bandung sampai 4 kali tes. Banyak sekali cerita yang akhirnya teringat dan membuat makin bersyukur. Karena banyak teman kita yang tidak se beruntung kita yang pada akhirnya bisa masuk ke kampus impian di kota impian.

Pintar dan kaya bukan “segalanya”. Yg penting gigih kayak Lady Bird. InsyaAllah tujuan bisa tercapai.

😉

Please follow and like us:

Balkrishna Doshi memenangkan Pritzker Prize di usianya yang ke-90 tahun

Balkrishna Doshi memenangkan Pritzker Prize di usianya yang ke-90 tahun

Awal Maret ini, dunia arsitektur dikejutkan dengan berita pemenang Pritzker Prize. Dia adalah Balkrishna Doshi, arsitek dari India. Berita ini merupakan fakta yang menarik mengingat ini pertama kalinya sepanjang sejarah Pritzker, pemenangnya berasal dari Asia Selatan yang sekaligus juga yang pertama bagi India.

Doshi membuktikan bahwa Age doesn’t matter! Walaupun sudah berusia lanjut yaitu 90 tahun, Doshi membuktikan bahwa ia layak memenangkan penghargaan paling tinggi di bidang arsitektur ini. Doshi juga menjadi pemenang Pritzker pertama yang tidak mempunyai proyek internasional (semua bangunan hasil desain Doshi berada di India)

Proyek – proyek Doshi sangat memerhatikan kontekstualitas terhadap tempat (tradisi orang India). Bagi Doshi, tradisi setempat harus tetap dipertahankan dan dieksplorasi sebagai ciri khas suatu karya arsitektur di mana pun karya tersebut berada. Walaupun demikian, proyek-proyek Doshi sangat relevan terhadap teknologi.

Berikut adalah desain-desain Balkrishna Doshi,

Institute of indology, 1962

kamala house, 1963

Premabhai hall, 1976

Kamala house, 1963

Centre for environmental planning & technology, 1966-2012

Indian institute of management, 1977-1992

(All pictures are taken from https://www.designboom.com/architecture/balkrishna-doshi-projects-pritzker-prize-round-up-03-12-2018/)

 

Dengan melihat karya-karya tersebut, saya langsung merasakan bahwa semua yang beliau katakan di video-videonya sangat tercermin dalam setiap desain yang dibuatnya. Berikut adalah salah satu video yang saya ambil dari Youtube dan ada beberapa pesan yang saya rasa cukup mengena yaitu,

“Young architect should understand technology..”

“Young architect should connect to the world”

Kesannya memang klise tapi itu pesan yang sangat pas di era manapun kita hidup. Bagi saya, pesan tersebut memberi saran betapa pentingnya being up-to-date sama jaman dan bidang yang kita geluti. Selain itu, kita sebagai arsitek muda juga harus bisa connect to the world yang berarti, harus bisa menembus “pergaulan” internasional supaya memiliki pengetahuan yang luas dan pola pikir yang terbuka.

Congratulation, Doshi..

 

Please follow and like us:

TESTPACK

Hari ini setelah 10 tahun pernikahan kami, aku memberanikan diri untuk bicara pada istriku. Istriku yang malang, yang terhadapnya aku sudah tidak merasakan gejolak lagi. Yang di rahimnya, tak kunjung ia berikan keturunan untukku.

“Maafkan aku, aku sudah tidak bisa menunggu lagi. Sebaiknya kita berpisah saja. Akupun sudah punya penggantimu. Maafkan aku sekali lagi”

Sang istri berusaha menahan tangisnya sambil menatap punggung suaminya yang berlalu menuju pintu. Tanpa sadar ia pun menjatuhkan sesuatu yg sudah lama digenggamnya. Sesuatu yg ia pikir akan menyenangkan suaminya. Sesuatu yang didalamnya tertera lambang garis dua merah.

#flashfiction

Please follow and like us: