Tips Memilih Sekolah Anak Untuk Tingkat SD

Hai mom, wah wah udah masa masa pendaftaran sekolah nih. Pasti pada bingung mau sekolahin dimana. Tenang mommies, bingung, bimbang dan galau mau pilihkan anak sekolah itu sangat wajar. Bagaimana pun kita mau yang terbaik untuk anak kan? dan pastinya terbaik buat kita juga.

Ok disini saya mau membantu mengerucutkan pilihan dalam memilih sekolah anak. Pasti akan banyak sekali keluar pertimbangan dalam memilih sekolah. Tapi bagaimanapun, kita harus memantapkan pilihan dan jangan sampai salah pilih. Berikut tips dari saya untuk memilih sekolah terbaik untuk anak:

    1. Tidak ada sekolah yang 100% sesuai keinginan kita
      Ini wajib sekali ditanamkan dalam benak kita, bahwa memang tidak ada sekolah yang sempurna. Begitupun dari perspektif sekolah, tidak ada parents dan murid yang sempurna. Dan kalau soal sekolah, ini bukan seperti kita beli barang dengan harga sekian dan kita akan mendapatkan 100% yang kita mau. Sekolah ini juga tumbuh bersama anak-anak kita dan membutuhkan kita untuk bekerjasama mendidik anak. Bukan semata sebuah lembaga yang kita titipkan anak dan kita dapat guarantee kalau anak kita bakalan bagus tanpa kita mengeluarkan tenaga sedikitpun. Tetep ya mommis, kita harus keluar tenaga untuk ngajar-ngajarin anak. Bahkan Dian Sastro pun di rumah masih membantu anaknya mengerjakan PR! itu Dian Sastro lho, yang nggak mungkin nyekolahkan anak di sekolah murah dan tidak pakai pertimbangan kan? artinya ya tetap saja, mau semahal apapun sekolahnya, tidak ada sekolah yang sempurna dan kita tidak mungkin  “lepas tangan” soal pengasuhan.
    2. Visi untuk anak 

Saya pernah baca di sebuah buku (bisa klik di sini) dan buku tersebut menyarankan untuk ortu membuat visi untuk anaknya terlebih dahulu sebelum memilih sekolah. Ini sangat membantu kita dan saya merasakan sendiri manfaatnya. Singkatnya, kita mau anak kita gimana nantinya? atau kita mau anak kita berkembang seperti apa? jadi bukan hanya calon pejabat aja ya mom yang harus bikin visi, tapi kita ortu juga perlu supaya kita ingat terus apa yang menjadi tujuan kita menyekolahkan anak.

Contoh visi yang saya buat untuk anak:

  1. Menjadi anak yang beriman dan berakhlak baik (mengerti dasar-dasar agama dan pengaplikasiannya di kehidupan sehari-hari, mau sholat dan mau mengaji)
  2. Mempunyai karakter yang bagus (mandiri, disiplin, sopan, santun, empati, inisiatif, dan tangguh)
  3. Tergali dan makin terasah bakat dan potensinya
  4. Unggul akademisnya
    Nah dengan membuat visi ini, kita jadi lebih mudah mengetahui apa program kita dalam mendidik anak. Dari 4 poin tersebut, apakah harus semuanya diakomodir sekolah? Kalau memang sekolah bisa mengakomodir semua, ya kenapa tidak? Namun sekali lagi, tidak ada sekolah yang sempurna. Selama saya survei sekolah, saya belum menemukan sekolah yg sepenuhnya mengakomodir visi saya untuk anak. Nah kalau demikian bagaimana? Ya tinggal kompromi saja. Paling tidak pihak sekolah bisa mengakomodir 3 poin dari visi tersebut. Jadi sisanya, ya dikejar di rumah.
    Kelebihan dari membuat visi ini juga adalah, kita jadi tau, bagian mana yang kita harus “isi” dari luar sekolah. Nah kalau saya pribadi, maksimal satu poin aja yang di kejar di luar sekolah. Supaya tidak terlalu repot saja sih pertimbangannya. Karena saya sendiri adalah ibu pekerja.
    Untuk poin nomer tiga, bagi saya penting apalagi dengan kondisi si anak sudah menunjukkan bakatnya. Jangan sampai, kita masukin ke sekolah yang nggak peduli sama bakat anak atau mengesampingkan bakat seni anak. Nanti yang ada, jangankan terasah jadi lebih bagus, malah lebih parahnya bisa hilang bakatnya.

 3. Kurikulum Sekolah

Kurikulum sekolah wajib dipertimbangkan saat memilih sekolah. Dan sangat terkait dengan visi yang sudah dibuat. Kita harus tanyakan ke pihak sekolah, kurikulum seperti apa yang dipakai? Apakah kurikulum nasional? Apakah kurikulum nasional plus? atau bahkan kurikulum internasional? Nah kalau kurikulum nasional plus, kita juga harus tanya, plusnya ini apa.

Wah pasti seru nih kalau sudah masuk ke pembahasan kurikulum. Fyi, kurikulum jaman sekarang banyak ragamnya nih mom. Sekalipun sebagian besar sekolah di negeri ini masih pakai kurikulum nasional. Apasih artinya kurikulum nasional? Yaitu kurikulum yang dirancang oleh pemerintah. Namun, parents jaman sekarang sudah banyak terpapar informasi tentang ragam kurikulum sehingga banyak yang tidak puas kalau kurikulum murni dari pemerintah saja. Maka, parents yang demikian, akan memilih kurikulum nasional plus.

Kemudian, apasih yang dimaksud dengan sekolah nasional plus? Sekolah nasional plus adalah sekolah yang mengkombinasikan kurikulum nasional dengan kurikulum lain. Kurikulum Plus ini ada beberapa jenis. Umumnya kalau di sekolah-sekolah tingkat dasar (SD) Ada yang mengkombinasikan kurikulum nasional dengan kurikulum cambridge primary, International Baccalaureate (IB), A level, dan kurikulum buatan sekolah tersebut (kurikulum khusus yang diramu dan dirancang oleh suatu sekolah).

Lagi-lagi, biar nggak bias sendiri, pemilihan sekolah dari segi kurikulum ini sangat terkait dgn visi kita sebagai orang tua. Contoh, kalau kita ingin anak kita pandai menghafal Al Quran, ya kita pilih sekolah nasional plus yang plusnya dari segi agama. Kalau kita mau anak kita unggul akademis, pilih sekolah yang kurikulum plusnya banyak manfaat di bidang akademis dan punya track record yang baik dari segi prestasi akademis. Contoh lagi, kalau kita ingin anak kita pintar bahasa inggrisnya, ya pilih sekolah yang muatan kurikulumnya intensif berbahasa inggris. Simple bukan?

4. Jarak

Bagi saya, faktor jarak sangat penting untuk menentukan dimana sekolah anak. Ya, karena saya dan suami setiap hari harus menempuh 45 menit – 1 jam perjalanan ke kantor. Jadi salah satu kriteria kami dalam memilih sekolah adalah, sekolah anak harus berada di jalur yang sama dengan jalur kami ke kantor. Syukurnya, kantor saya dan suami memang sudah se arah. Dan sepanjang jalan menuju kantor memang ada beberapa sekolah. Jadi, tinggal pilih salah satunya.

Bagi saya penting sekali untuk tidak memilih sekolah yang di luar “radar” kami. Karena selain akan sangat merepotkan dari segi teknis antar-jemput, kasihan anaknya juga kalau harus menempuh perjalanan ke sekolah begitu lama.

5. Harga

Nah, kalau bagi mommies pasti penting banget nih soal harga. Harga ini penting juga dipelajari. Sekalipun memang seringkali harga tidak berbohong, namun tetap berusaha realistis ya mommies.. supaya jatah untuk beli lipstik tetap ada ?

6. Usia

Oya, untuk usia masuk SD, sekarang makin ketat nih. Peraturan Menteri yang menyatakan bahwa usia masuk SD idealnya adalah 7 tahun dan sekurang-kurangnya adalah 6 tahun, sudah keluar bulan mei lalu. Jadi, mom juga siap-siap ya.. kalau yang anaknya per 1 juli belum genap 6 tahun, baiknya tunda saja sekolahnya tahun depan. Karena selain beresiko tidak keluar NISN nya dari pemerintah, anak yang usianya kurang dari 6 tahun tidak direkomendasikan para psikolog untuk masuk ke sekolah tingkat dasar karena otaknya belum siap. Bahkan psikolog lebih merekomendasikan usia 7 tahun untuk memulai sekolah tingkat dasar. Karena pada usia tersebut, otak manusia sudah lebih siap untuk menerima tantangan akademis.

Faktor kesiapan usia dan otak ini penting untuk dipertimbangkan karena akan sangat baik untuk perkembangan rasa percaya diri anak. Nah kalau anak otaknya belum siap, sangat diragukan dia bisa mencerna pelajaran apalagi mengerjakan soal-soal dan tugas-tugasnya. Jadi kalau saya prefer menunda karena terlambat masuk sekolah lebih baik daripada terlalu dini. Dan biar si anak lebih puas main-main di masa TK nya.

7. Lingkungan

Lingkungan sekolah juga patut diperhatikan moms, jangan sampai kelupaan. Sebaiknya kita pilihkan sekolah yang lingkungan fisik dan sosialnya aman. Tidak terlalu dekat dengan jalan raya, tidak surrounded dengan lingkungan yang tingkat krimilitasnya tinggi dan lain lain yang membahayakan.

8. Chemistry

Yes, last but not least : Chemistry. Chemistry ini semacam apa ya? Rasa “sreg” yang seringkali nggak bisa diukur. Kalau kita sudah merasa nyaman, sreg, chemistrynya dapet nih sama suatu sekolah, ya udah deh.. ambil aja. Karena nantinya akan berpengaruh ke hubungan kita dengan pihak sekolah. Gimana mau  berpartner dengan baik, jika tidak ada chemistry?

Oke, sekian tips dari saya, good luck mommies… mmuah.

Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *