Movie Review : Ready Player One

Ready Player One

Do yo live in a miserable life and always willing to runaway from it? or do you wanna be somebody else? if your anwer is yes then you are welcome to OASIS.

Menurut saya film ini merupakan karya yang jenius dari Steven Spielberg. Dia memvisualisasikan kekhawatiran terhadap isu tak terkontrolnya peggunaan gadget dan segala aplikasi di dalamnya oleh masyarakat di seluruh dunia. Namun secara presisi, dia menunjukkan keprihatinannya kepada orang-orang yang tidak bisa menghargai kehidupan realitasnya dan memilih tenggelam ke dalam dunia maya, dalam film ini konteksnya adalah Games.

Ya, orang-orang kecanduan games sampai melupakan fungsi awal games yang hanya sekedar hiburan. 

PLOT

OASIS adalah Game virtual reality yang mengubah kehidupan masyarakat pada tahun 2027. Game ini merajai kehidupan masyarakat dunia karena di sana semua orang bisa menjadi siapapun sesuai yang mereka inginkan. Ketika pencipta OASIS, James Halliday meninggal dunia, dia mempublikasikan video yang mengejutkan. Dia menantang seluruh pengguna OASIS untuk menemukan Easter Egg pada game tersebut. Bagi orang pertama yang mendapatkannya, maka ia akan mendapatkan warisan berupa kepemilikan utuh terhadap seluruh saham OASIS.

Tentunya akibat video ini, dunia menjadi “geger”. Semua avatar (user OASIS) berlomba-lomba untuk mendapatkan Easter Egg tersebut. Wade Watts (Tye Sheridan) adalah salah seorang pengguna OASIS yang juga ingin memenangkan tantangan tersebut. Watts adalah penggemar berat Halliday. Baginya Halliday merupakan pahlawan karena telah menciptakan OASIS, tempat dimana dia bisa menganggap dirinya berharga. Watts memiliki kehidupan yang tidak ia sukai. Baginya OASIS adalah tempat pelarian terbaik dari hidupnya yang sengsara.

Karena dia tidak memiliki kehidupan yang layak di real life, Watts sangat mencurahkan segala kemampuannya untuk bermain di OASIS. Watts sangat berbakat memainkan games ini dan dia berhasil memenangkan tantangan pertama untuk mendapatkan Easter Egg.

Berita kemenangan Watts di tantangan pertama ini membuat banyak pengguna lain iri dan marah, terutama Nolan Sorrento (Ben Mendelsohn), pendiri IOI sekaligus perusahaan kompetitor OASIS. Nolan Sorrento menciptakan pasukan yang dikerahkannya secara khusus untuk memenangkan tantangan tersebut. Sorrento melakukan dan mempertaruhkan “segalanya” untuk memenangkan kompetisi tersebut termasuk memburu Wade Watts baik di dunia games dan di dunia nyata.

PENGAKUAN

“Ready Player One adalah film fantasi fiksi ilmiah petualangan yang dibintangi oleh Tye Sheridan, Olivia Cooke, Ben Mendelsohn, T.J. Miller, Simon Pegg dan Mark Rylance. Film Ready Player One mendapatkan review positif dari para kritikus. Berdasarkan Rotten Tomatoes, film ini memiliki rating 75%, berdasarkan 280 ulasan, dengan rating rata-rata 6.9/10. Berdasarkan Metacritic, film ini mendapatkan skor 64 dari 100, berdasarkan 54 kritik, menunjukkan “ulasan yang baik”.Berdasarkan CinemaScore, film ini mendapatkan nilai “A-” dari penonton film untuk skala A+ sampai F. Hingga 1 April 2018, film Ready Player One mendapatkan $53,710,325 di Amerika Utara dan $127,500,000 di negara lain. Total pendapatan yang dihasilkan oleh film ini mencapai $181,210,325, melebihi anggaran produksi film $175 juta.” (sumber : wikipedia)

Visual Effect

Saya jatuh cinta sama visual efeknya. Meyakinkan sekali kalau manusia seolah bisa masuk ke dalam games melalui perantara tools seperti yg terlihat di cuplikan gambar di bawah ini. Ada kacamata digital, sarung tangan dan juga kabel-kabel yg ditempeli ke badan. Membuat experience di games yg sedang dimainkan terasa sangat nyata.

Di sisi lain (di kehidupan nyata), efeknya orang jadi makin terlihat sinting. Mereka kalau lagi terkoneksi sama OASIS, pasti nggak ngeh sama lingkungan sekitar. Nendang, terbang, mukul, jatoh, ngomong sendiri. Terhanyut sama gamesnya.

Padahal kalo ngeliat orang yg lagi asyik sama gadget sampe lupa daratan aja rasanya kesel ya? Apalagi ini udah lupa daratan, tingkahnya jadi aneh pula karena di games lagi balapan atau dance misalnya. Kebayang nggak sih orang bertingkah seperti sedang balapan tp ngga ada mobilnya. Tapi di situlah humor pada film ini ?

Adegan-adegan action dalam games OASIS bikin yang nonton sampe keikutan seru sendiri. Ada yang memprediksi bahwa Spielberg akan mendapatian nominasi Oscar untuk visual efek pada film ini. Ya kita doain aja semoga beneran terkabul.

Visual efek di film ini emang rasanya beda dengan yang lain. Bagi saya konsep “Virtual Reality” nya tepat banget dengan teknik visualisasi yang dipilih Spielberg. Film ini membawa imajinasi saya seolah ikut masuk ke dalam games. Yang pasti, mata kita akan dimanjain sama adegan-adegan actionnya. Pake ada surprise lagi, ada si boneka Chucky ?

Wade Watts yang jago banget main OASIS

Dia lagi main OASIS. Ini gambaran di real lifenya. Dia main di dalam mobil rongsokan di dekat rumahnya

Ini adegan di dalam game OASIS, Di sini usernya berubah menjadi avatar yang dicreate masing-masing

Adegan balapan di OASIS untuk mendapatkan Easter Egg

PESAN MORAL

Film ini menyampaikan pesan moral yang sangat bagus. Mau gimana buruknya hidup kita, ya itulah yang nyata. Jangan terlarut ke dalam dunia maya yang fana, consuming, energi dan waktu. Jangan suka lupa waktu kalo main gadget, nanti tiba-tiba waktu kita di dunia habis gitu aja.

OASIS juga memberi pesan untuk nggak gampang percaya sama orang-orang yamg kita temui di dunia maya. Yang terlihat di dunia maya cantik/ganteng/hebat, belum tentu aslinya begitu. Ini kayaknya deket banget kan sama kehidupan jaman sekarang. Ketipu sama citra seseorang di medsos ?.

Intinya, hidup ciptaan Tuhan ini jauh lebih indah dibanding kehidupan buatan manusia di dunia maya.

Dan dari film ini saya dapet boy crush. Yang jadi Daito, duh ya Allah cakep banget… eye pleasing banget deh ini film! ?

Selamat menonton

Please follow and like us:

Written by 

2 thoughts on “Movie Review : Ready Player One”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *