Yang terjaga

Bulan purnama nanar di penghujung bulan yang samar
Ke-dua puluh tujuh pertama sabit cemerlang di langit hitam
Ada bingkai di kelam langit menjaga rembulan
Ada tawa di kulit bumi menatap meratap

Siapa yang terjaga pada malam
Gadis-gadis keluar tertawa,
biarkan mereka terjaga
Para perawan masuk kamar diintai para penjaga
Berjaga lah wahai penjaga

Disana dia, wahai yang terjaga
Disini saya dijaga penjaga
Penjaga yang terjaga, penjaga yang menjaga
Oh apakah bisa menjaga nya wahai penjaga
Bagaimana dengan saya, saya ingin dijaga agar terjaga

Bulan purnama nanar di akhir yang samar
Ke-dua puluh tujuh pertama langit terjaga-menjaga
Ke dua puluh delapan lalu bersua.. kemana semua Biarkan purnama terjaga
Tak ada yang menjaga
Oh semua sia-sia

(written in Bandung, July 29th 2010)

Photo by Tom Bol

Please follow and like us:

Bukan tentangmu

Ini bukan tentangmu yang akan pergi,
Tapi mengenai saya yang tidak bisa lagi sendiri
Ini bukan tentang kamu yang terlalu dalam memikat raga ini,
Tapi mengenai saya yang terlalu jauh menitipkan hati
Ini bukan tentang kamu yang akan hilang dari pandangan ini,
Tapi mengenai saya yang akan sulit melihat lagi
Tanpamu, duniaku sekejap menjadi “saya”
Lalu apalah saya ini
Sungguh saya kehilangan arti

(Written in Bandung, May 8th 2011)

Please follow and like us: