Lolos seleksi berbasis komputer (SBK) LPDP BUDI LN 2019. Berapa skor minimal?

Tanggal 25 Oktober 2019, adalah tanggal pengumuman hasil seleksi berbasis komputer (SBK) yang diselenggarakan oleh LPDP pada tanggal 7 Oktober 2019. Alhamdulillah, hasilnya saya lulus. Artinya, dua tahap seleksi sudah saya lewati tinggal satu seleksi lagi yaitu seleksi wawancara yang akan dilaksanakan pada bulan November – Desember awal, dan saya kebagian jadwal Desember.

Di tulisan ini saya mau cerita tentang pengalaman mengikuti seleksi berbasis komputer (SBK) yang dilaksanakan di gedung BKN (Badan Kepegawaian Negara), Cililitan.

Apa sih SBK itu?

Jadi SBK ini sebenarnya nama teknisnya, yaitu semacam tes yang dilakukan secara langsung dan menggunakan komputer. Kontennya mirip dengan Tes Potensi Akademik yang memuat tentang kemampuan aritmatika, logika dan bahasa. Karena berbasis komputer, skor hasil tes akan langsung muncul ketika kita klik tombol selesai atau ketika waktu telah habis.

Bagi kalian yang sudah pernah ikut tes CPNS, kalian pasti akan lebih familiar dengan tes ini. Namun, biasanya jenis soal disesuaikan lagi dengan capaian yang telah ditarget oleh pihak yang berwenang.

Kebetulan saya mendapat lokasi tes di tempat yang memang sering digunakan untuk tes berbasis komputer. Jadi, semua elemen ruang itu terdesain untuk tes. Seperti:

  • ada banyak sekali locker untuk peserta ujian meletakkan barang-barangnya selama tes. Jadi ketika tes, nggak boleh bawa apa-apa sama sekali. Hanya bawa KTP dan kartu tanda peserta saja
  • ada ruang tunggu yang di dalamnya terdapat TV besar. TV tersebut menayangkan tata cara pengisian tes berbasis komputer. Mulai dari pengisian identitas, cara mengisi lembar jawaban di layar dan cara mengakhiri pengerjaan soal
  • ada toilet dengan jumlah yang cukup banyak
  • ruang tes yang sangat luas berisikan komputer

Seperti apa kira-kira soal SBK

Untuk SBK LPDP, ada 60 soal yang masing-masing soalnya jika kita jawab dengan benar maka skor yang akan diberikan adalah 5. Jadi kalau kalian menjawab semua soal benar semua maka akan mendapatkan skor 300.

Soal mirip sekali dengan soal tes potensi akademik,

  • ada soal tentang sinonim-antonim,
  • ada soal matematika dasar seperti deret, persamaan, bangun ruang, hitung diskon, hitung pecahan, desimal, soal cerita, dan soal-soal matematika yang sederhana
  • ada soal penalaran logika
  • ada juga soal “reading”. Jadi ada wacana/artikel dan pertanyaan

Berapa skor yang menjadi syarat lolos SBK LPDP

Jadi, sekalipun skor ini langsung keluar, namun pengumuman resmi baru akan dikeluarkan sesuai dengan jadwal yang tertera di pengumuman awal bukaan Beasiswa LPDP.

Skor minimal sepertinya tidak pernah dikomunikasikan secara terang-terangan oleh LPDP. Namun, seperti biasa, para peserta membuat mini research terhadap peserta lain yang lolos dan tidak lolos. Jadi, seperti sudah menjadi pengetahuan umum bahwa untuk beasiswa reguler, minimal itu 185 dan untuk Afirmasi 150.

Kesimpulan ini didapat dari hasil survei ke sesama peserta LPDP. Saya juga berusaha melakukan riset sendiri soal skor ini melalui tulisan blog, video youtube, dan skor kenalan-kenalan yang sudah duluan ikut tes di gelombang pertama.

Namun, hasil yang saya dapat, di blog ada yang bilang kalau nilai SBK nya 145 dan ia tidak lulus. Ada juga kenalan yang lolos SBK dengan nilai 165. Saya belum mengetahui siapa orangnya jika benar 150 itu adalah standar bawah untuk beasiswa afirmasi. Fyi, saya ikut seleksi LPDP untuk program BUDI dan BUDI ini termasuk afirmasi.

Setelah menyelesaikan tes, saya mendapat skor 150. Jeng… jengg… antara senang tapi ragu. Senang karena katanya 150 ini passing grade, ragu karena kok mepet amat??? dan belum tahu pasti apakah skor 150 ini bisa meloloskan saya di tahap seleksi ini.

Namun semua kegundahan ini terjawab ketika tanggal pengumuman datang. Alhamdulillah saya lolos… rasanya jantung mau copot ketika membuka aplikasi online.. hehe.

Ini tampilan di laman aplikasi online

TIPS dan Persiapan apa saja yang perlu dilakukan

Tips dari saya sebenarnya standar aja..

  • Beli buku soal-soal TPA dan be familiar with it. Penting banget untuk kita supaya familiar dengan jenis-jenis soal. Terutama buat orang-orang yang interaksinya sama matematika terakhir itu SMA seperti saya.
  • Bisa juga langganan kursus TPA online melalui aplikasi di hp. Teman saya ada yang seperti itu dan dia lolos tes SBK
  • Jangan underestimate soal sinonim dan antonim, karena ternyata susah. haha… Saya banyak yang nggak bisa mengerjakan soal tersebut, akibat selama belajar terlalu fokus di soal matematika
  • Ketika tes, sensitiflah sama waktu. Jadi di layar nanti ada tampilan waktu berupa jam, menit, detik. Jangan terlalu lama di satu soal. Skip aja dulu kalau tidak bisa, karena kita bisa balik lagi ke soal tersebut kapanpun kita mau.
  • Soal yang sudah kita kerjakan, masih bisa kita koreksi jika waktu masih cukup
  • Jangan sampai kehabisan waktu karena asyik atau penasaran dengan 1 soal. Karena ketika waktu habis, layar langsung berubah sendiri ke tampilan hasil skor
  • Coba banyakin buka blog atau video youtube yang berisikan tentang pengalaman mengikuti tes SBK karena bisa jadi pengalaman orang beda-beda dan bisa bermanfaat untuk kita.

Oke, sekian sharing kali ini.. terimakasih yang sudah mampir ke blog ini. Semoga sukses meraih beasiswa. Doakan saya juga ya supaya bisa lolos seleksi wawancara. Amiiin…

Please follow and like us:

Cara Mendapatkan Supervisor untuk Studi Doktoral di Luar Negeri (Australia)

Setelah di postingan sebelumnya saya sudah berjanji untuk menceritakan pengalaman saya untuk mendapatkan profesor/supervisor, maka, di tulisan ini saya akan berikan penjelasan yang mendetail dari proses mapping profesor sampai ke surat-menyurat melalui email.

Proses pencarian profesor ini adalah tahap yang cukup menantang karena kita nggak kenal secara langsung dengan profesor tersebut, yang bisa kita lakukan sebagai langkah awal hanyalah mencari info sebanyak-banyaknya melalui web kampus tujuan dan kanal-kanal jurnal internasional. Namun, saya pribadi lebih banyak melakukan survei via web kampus tujuan karena detail deskripsi tentang profesor beserta link-link publikasinya juga tersedia di sana.

Pada tulisan ini, yang akan saya bahas hanyalah untuk profesor di kampus-kampus, khususnya yang ada jurusan Environmental Design/Architecture, dan di negara Australia. Karena saya hanya melamar profesor ke negara itu saja. Nah, di Australia, beberapa kampus (ada juga yang tidak) menyaratkan untuk kita kontak faculty member (istilah untuk dosen-dosen atau profesor yang bekerja di kampus bersangkutan) dulu baru bisa apply secara resmi ke website kampus. Nah, proses ini merupakan proses yg cukup panjang bagi saya karena ternyata susah! Susahnya yaitu alangkah terbatasnya dosen-dosen yang minat risetnya sehati sama kita.

Untuk mempermudah, saya melakukan mapping Profesor. Mapping ini maksudnya saya menyusun data terkait kampus mana saja yang punya program sesuai dengan bidang saya, profesornya yang kira-kira seminat sama saya dan persyaratan lain yang harus saya penuhi.

Saya data satu persatu nama profesor yg bidang risetnya sejalan dan saya catat alamat emailnya. Fyi, kalau website kampus-kampus yang bereputasi itu, data tentang dosennya sangat jelas dan rinci. Ada deskripsi minat dosen, topik riset, mata kuliah yang diampu, riwayat studi dan juga alamat email.

Seperti ini mapping yang saya buat

Sudah dapat daftar nama profesor yang akan dilamar, alamat email juga sudah, lalu bagaimana lagi?

Mulai dari tahap ini, fase real struggle dimulai. Karena kita harus menyusun dokumen yang cukup meyakinkan untuk memberi impresi pada profesor yg kita incar. Juga, proposal riset dan CV kita juga harus sudah jadi, tertulis rapi dan terstruktur sebaik mungkin. Sebenarnya proposal saya juga biasa-biasa aja sih, masih banyak kurangnya. Tapi yang penting adalah jadi dulu, daripada menunggu proposal sempurna. Anggap saja uji jimat, kalaupun misalnya nggak dapat respon dari profesor, ya berarti proposal kita memang jelek. Hahah

Proposal sudah, CV sudah, wah artinya kita sudah siap tempur! hehe. Namun, masih ada satu PR lagi. Kita harus mempersiapkan kata-kata “maut” untuk menyurati profesor incaran kita. Jadi, proses mencari profesor ini saja udah bikin saya evolve, rasanya luar biasa banget bisa memotivasi diri dengan senang hati, eh tanpa sadar, bisa mengembangkan potensi kita di luar dugaan.

Ok, kita serius ke bagian penulisan surat.

Saya dinasihati teman kalau profesor-profesor itu pasti menerima ratusan email setiap harinya. Jadi, buatlah judul email yg tidak standar dan “menggiurkan” walaupun ya baru janji manis saja. Seperti:

“PHD Supervisor for Fully-Funded Indonesian Lecturer”

Nah dari judul tersebut kan ada kandungan “janji manis” yaitu Fully-Funded, meskipun ya kita belum mendapatkan funding apapun tapi paling tidak kita menarget diri kita untuk mendapatkan beasiswa yang fully funded. Judul seperti itu cukup mempan mengundang respon profesor sekalipun responnya rata-rata menolak. hahaahha sabar.. sabar…

Badan surat : sebenarnya di badan surat ini saya banyak nyontoh emailnya temen saya sih ke profesornya. Hihi.. tp ternyata mempan! Makasih ya Tita. Awalnya dia marah sih, tapi kayaknya udah nggak sih karena akhirnya dia juga udah dapet profesor bahkan beasiswa sekaligus. Asekk..

Intinya dalam badan surat ini, kita harus mengungkapkan secara jelas kita siapa, latar belakang pendidikan kita, latar belakang pekerjaan kita dan benang merahnya terhadap riset yang mau kita kerjakan serta kenapa harus dia yang supervisi kita. Tunjukkan bahwa kita prospektif dalam mendapatkan beasiswa karena pihak kampus si profesor kan juga butuh mahasiswa yang bisa bayar ya…

Kita perlu menjelaskan bagaimana rencana kita untuk membiayai program doktoral ini, jadi perlu dicantumkan nama beasiswa yang akan kita lamar, peluang kita dan kapan kira-kira kita bisa mendapatkan beasiswa tsb.

Karena saya dosen, jadi saya menyebutkan kalau saya akan melamar beasiswa dari pemerintah Indonesia karena pemerintah Indonesia mempunyai beberapa program beasiswa yang dikhususkan untuk dosen. Jadi, dengan kata lain, status dosen saya adalah peluang keberhasilan dalam meraih beasiswa tersebut. Jangan lupa untuk sering-sering memeriksa tulisa kita di email. Jangan sampai ada kata-kata yang kurang sopan atau typo.

Nah, setelah draft surat sudah jadi, Nah tinggal disebar deh.. ke alamat email profesor yang sudah kita map di atas.

Kira-kira seperti ini email yg saya buat waktu itu:

Dalam proses penebaran lamaran ke profesor, kira-kira lebih dari 20 nama sudah saya email. Namun, yang merespon positif pada waktu itu hanya 1, yaitu profesor dari Canberra University, itupun saya harus mengganti topik riset saya jika ingin tetap dibimbing beliau. Sisanya menolak dan tidak merespon. 

Berusahalah untuk tetap sabar dan santai sambil ya.. tetap coba cari alamat email baru lagi.

Namun akhirnya, setelah 1 bulan proses tebar email ke profesor-profesor, akhirya saya dapat email balasan dari profesor di UNSW Sydney. Di surat yang saya jadikan contoh di atas, bisa terlihat kalau saya menyurati profesor tersebut pada tanggal 10 April, namun, baru dibalas pada tanggal 10 Mei. Agak kaget karena saya pikir kalau sudah terlalu lama mengemail seseorang, harapan akan dibaca semakin tipis. Tapi ternyata rejeki memang nggak kemana, Alhamdulillah, email saya dibalas.

Sejak itu, saya intense berkomunikasi dengan profesor tersebut sampai ke tahap skype, asistensi proposal dan malah, si profesor sudah nanya-nanya terus kapan saya pindah ke Sydney padahal saya belom pasti dapat beasiswa. Hehe

Begitulah pengalaman saya waktu mencari profesor sebagai salah satu tahap dalam mencari beasiswa. Semoga membantu dan bermanfaat.

Please follow and like us:

Pengalaman lolos seleksi administrasi beasiswa LPDP

Hai, ketemu lagi. Mumpung banget nih, yang punya blog lagi mood untuk nulis beberapa artikel sekaligus terkait beasiswa dan elemen-elemen pendukungnya. Nah karena baru-baru ini saya baru saja melalui tahap seleksi SBK (Seleksi Berbasis Komputer) LPDP, jadi, masih hangat-hangatnya nih di otak tentang pengalaman melalui dua seleksi yang disyaratkan LPDP yaitu seleksi administrasi dan seleksi berbasis komputer (SBK), Namun, di postingan ini, saya mau fokus ke seleksi administrasi dulu karena seleksi administrasi itu merupakan langkah awal yang sangat menentukan lanjut atau tidaknya kita ke tahapan seleksi berikutnya. Dan jangan anggap remeh, untuk seleksi administrasi, perjuangannya juga lumayan lho.. karena persyaratan dan dokumen yg diminta LPDP itu cukup banyak. Fyi, ini merupakan pengalaman pertama saya melamar beasiswa LPDP.

Hal yang paling penting untuk menaklukkan seleksi administrasi, menurut hemat saya adalah ketelitian dalam membaca dan memenuhi persyaratan administrasi yang telah ditetapkan dan tertulis di booklet LPDP. (bisa diakses di sini)

Interface web LPDP juga sangat mudah dipelajari sehingga kita bisa langsung klik kolom “beasiswa” untuk dapat lebih lanjut mendapatkan informasi

Setelah kita mempelajari semua persyaratan, baik dari booklet maupun dari website LPDP, mulailah untuk mengisi aplikasi online sambil melengkapi dokumen-dokumen yang menjadi persyaratan.

Dari web tersebut, kita akan di arahkan untuk membuat akun aplikasi online. Untuk Program BUDI 2019 yang saya lamar, info terkait deadline dan persyaratan, bisa dilihat di sini. Untuk link unduhan booklet pedoman, bisa diklik di sini

Tampilan awal aplikasi online lpdp adalah seperti ini:

Setelah login ke web online application tersebut, kita harus mengisi data seperti:

  1. Data pribadi (terkait alamat, ttl, no. telpon, nama kampus terakhir,dll)
  2. Riwayat pekerjaan
  3. Riwayat organisasi dari kita SMP
  4. Riwayat pelatihan yang pernah kita ikuti
  5. Riwayat studi
  6. Data suami/istri
  7. Data orang tua
  8. terakhir, berupa laman upload dokumen-dokumen yang diminta

Dokumen yang diminta agak banyak, seperti :

  1. Melampirkan surat izin mengikuti seleksi dari unit yang membidangi sumber daya manusia bagi yang sedang bekerja (format dapat diunduh pada aplikasi pendaftaran dibagian unggah dokumen);
  2. Melampirkan Surat Keterangan sehat yang masa berlakunya paling lama 6 (enam) bulan terhitung dari tanggal diterbitkannya sampai tanggal penutupan pendaftaran setiap periode, dengan ketentuan sebagai berikut: Surat Keterangan sehat jasmani yang dikeluarkan oleh dokter dari Rumah Sakit/Puskesmas/Klinik;
    Surat Keterangan bebas dari narkoba yang dikeluarkan oleh dokter dari Rumah Sakit/Puskesmas/Klinik/Badan/Lembaga yang diberikan kewenangan untuk pengujian zat narkoba;
    Surat Keterangan bebas dari TBC yang dikeluarkan oleh dokter dari Rumah Sakit/Puskesmas/Klinik, khusus untuk pendaftar dengan tujuan perguruan tinggi luar negeri
  3. Melampirkan surat rekomendasi dari pimpinan, tokoh atau pakar di bidangnya (format dapat diunduh pada aplikasi pendaftaran dibagian unggah dokumen);
  4. LoA Unconditional dari Perguruan Tinggi Tujuan. (contoh, klik di sini)
  5. Melampirkan surat izin mendaftar beasiswa dari pemimpin Perguruan Tinggi Negeri bagidosen PTN, atau koordinator Kopertis Wilayah bagi dosen Perguruan Tinggi Swasta.
  6. Mendapatkan izin tertulis untuk melanjutkan studi doktoral dari pemimpin Perguruan Tinggi Negeri bagi dosen PTN, atau koordinator Kopertis Wilayah bagi dosen PerguruanTinggi
  7. Surat pernyataan (format dapat diunduh pada aplikasipendaftaran dibagian unggah dokumen)
  8. dokumen transklrip nilai 
  9. Dokumen skor B. Inggris (TOEFL IBT/IELTS/TOEIC)

(sumber: web LPDP)

Nah, semua persyaratan yang banyak ini memang tidak boleh ada yang terlewatkan. Jadi semua kolom di web aplikasi online harus terisi begitupun dengan persyaratan dokumen yang harus diunduh.

Bagi saya yang paling susah itu adalah mendapatkan surat keterangan bebas TBC. Karena harus melalui proses yang tidak singkat di rumah sakit. Tapi alhamdulillah akhirnya semua dokumen bisa saya lengkapi sebelum deadline submisi LPDP tahap 2 2019.

Selain itu, karena saya dosen kampus swasta, maka surat ijin harus dikeluarkan oleh LLDikti. Kalau dosen kampus negeri, cukup surat ijin dari Rektornya saja. Jadi saya harus menunggu beberapa waktu, mulai surat tersebut diajukan oleh pihak kampus saya ke LLDikti sampai akhirnya sampai hardcopynya ke tangan saya.

Setelah semuanya selesai.. tinggal pasrah dan berdoa sampai akhirnya saya dapat kabar pada tanggal yang dijanjikan sebagai tanggal pengumuman, bahwa saya lolos. Pengumumannya melalui web aplikasi online. Alhamdulillah.

Menurut saya, bukan hanya sekedar kelengkapan yang dinilai dalam seleksi administrasi ini, namun keabsahan dokumen. Misalnya, LoA, apakah sudah sesuai dengan standar yang diinginkan LPDP, Sertifikat B. Inggris, apakah masih berlaku atau sudah expired. Begitupun juga dengan surat kesehatan, narkoba, dan bebas TBC. Saya rasa semua itu dicek keabsahannya. Namun, LPDP tidak memberi konfirmasi mengapa seseorang ditolak dalam seleksi ini. Jadinya, saya sama teman-teman seperti membuat kesimpulan-kesimpulan sendiri. Seperti, ada beberapa teman yang LoA nya dikeluarkan oleh jurusan/fakultas/profesor, mereka nggak lolos seleksi administrasi. Namun, yang pakai LoA keluaran Universitas, diterima. Jadi, bisa jadi karena LoAnya.. (tp ini hanya kesimpulan yang dibuat melalui obrolan bersama teman-teman). Kalau mau tahu bagaimana saya mendapatkan LoA, bisa klik di sini

Oya, perlu juga digaris-bawahi bahwa kita perlu cek kampus yang memang ditunjuk oleh LPDP untuk kita lamar. Karena nggak semua kampus masuk di listnya LPDP.

Berikutnya, dokumen-dokumen yang banyak itu juga jangan dibuang ya walaupun yang diminta di pendaftaran awal itu hanya versi scan. Jadi simpen deh yang rapi karena nanti dokumen tersebut akan diminta pada saat seleksi wawancara.

Tips saya, isilah aplikasi online jauh-jauh hari sebelum deadline karena isian form dan dokumen yang harus dilengkapi sangatlah banyak. Belum lagi ada beberapa dokumen yang nggak bisa langsung jadi seperti surat keterangan TBC dan surat rekomendasi LLDikti (bagi dosen swasta).

Jadi, kalau kamu baca artikel ini sekarang, kamu sangat beruntung karena masih punya waktu hampir 1 tahun untuk mempersiapkan diri.

Selamat mencoba and.. good luck 🙂

Please follow and like us:

Blogging untuk pemula : perbedaan blog gratisan dan berbayar

Langkah-langkah blogging untuk pemula. Ada beberapa cara untuk mengekspresikan diri dan pemikiran kamu melalui blog. Sebelumnya, saya perlu jelaskan dulu beberapa jenis blog yang selama ini berseliweran di internet :

  1. Blog gratis (yang paling populer yaitu wordpress dan blogspot)
  2. Blog berbayar (beli di perusahaan yang menjual domain dan hosting)

Bedanya apa? kalau blogging gratisan, otomatis nama blog kita akan disertai oleh domain pemilik blog. Misal shofiaishar.wordpress.com atau shofiaishar.blogspot.com. Kalau kita pakai blog berbayar, tidak perlu lagi ada embel-embel .wordpress/.blogspot tapi bisa langsung .com. Contoh, shofiaishar.com seperti pada web blog ini.

Nah kita harus memutuskan dulu either pakai yang gratisan atau yang berbayar.

Terus selain ekstension namanya beda, apalagi bedanya antara blog gratis dan blog berbayar?

Blog gratisan

1. Kita tidak bisa pasang Google Adsense di blog kita. Google Adsense ini adalah fasilitas google untuk menampilkan iklan di blog kita dan oleh karenanya kita berpeluang mendapatkan uang. Tapi kabarnya sih kalau blogspot bisa karena blogspot punya-nya Google (coba dites sendiri).

2. Tidak bisa custom untuk pilihan besaran kapasitas penyimpanan di blog kita. Kalau kita tipe blogger yg ingin banyak posting foto dam video, saya rasa kapasitas blog gratisan akan kurang

Blog berbayar

Kebalikannya blog gratisan tadi,

1. Bisa pasang Google Adsense

2. Bisa customize besaran kapasitas hosting

3. Bisa customize hal-hal lain misal kita bisa pesan agar blog kita cepat terindeks google dengan membeli fitur di tempat kita beli domain dan hosting

Mungkin masih banyak lagi perbedaannya namun saya juga belum tau. Yang tersebut di atas adalah berdasarkan yg saya alami saja.

Selamat mencoba

 

Please follow and like us:

Balkrishna Doshi memenangkan Pritzker Prize di usianya yang ke-90 tahun

Balkrishna Doshi memenangkan Pritzker Prize di usianya yang ke-90 tahun

Awal Maret ini, dunia arsitektur dikejutkan dengan berita pemenang Pritzker Prize. Dia adalah Balkrishna Doshi, arsitek dari India. Berita ini merupakan fakta yang menarik mengingat ini pertama kalinya sepanjang sejarah Pritzker, pemenangnya berasal dari Asia Selatan yang sekaligus juga yang pertama bagi India.

Doshi membuktikan bahwa Age doesn’t matter! Walaupun sudah berusia lanjut yaitu 90 tahun, Doshi membuktikan bahwa ia layak memenangkan penghargaan paling tinggi di bidang arsitektur ini. Doshi juga menjadi pemenang Pritzker pertama yang tidak mempunyai proyek internasional (semua bangunan hasil desain Doshi berada di India)

Proyek – proyek Doshi sangat memerhatikan kontekstualitas terhadap tempat (tradisi orang India). Bagi Doshi, tradisi setempat harus tetap dipertahankan dan dieksplorasi sebagai ciri khas suatu karya arsitektur di mana pun karya tersebut berada. Walaupun demikian, proyek-proyek Doshi sangat relevan terhadap teknologi.

Berikut adalah desain-desain Balkrishna Doshi,

Institute of indology, 1962

kamala house, 1963

Premabhai hall, 1976

Kamala house, 1963

Centre for environmental planning & technology, 1966-2012

Indian institute of management, 1977-1992

(All pictures are taken from https://www.designboom.com/architecture/balkrishna-doshi-projects-pritzker-prize-round-up-03-12-2018/)

 

Dengan melihat karya-karya tersebut, saya langsung merasakan bahwa semua yang beliau katakan di video-videonya sangat tercermin dalam setiap desain yang dibuatnya. Berikut adalah salah satu video yang saya ambil dari Youtube dan ada beberapa pesan yang saya rasa cukup mengena yaitu,

“Young architect should understand technology..”

“Young architect should connect to the world”

Kesannya memang klise tapi itu pesan yang sangat pas di era manapun kita hidup. Bagi saya, pesan tersebut memberi saran betapa pentingnya being up-to-date sama jaman dan bidang yang kita geluti. Selain itu, kita sebagai arsitek muda juga harus bisa connect to the world yang berarti, harus bisa menembus “pergaulan” internasional supaya memiliki pengetahuan yang luas dan pola pikir yang terbuka.

Congratulation, Doshi..

 

Please follow and like us:

Biaya Sekolah di Az Zahra Bandar Lampung

Bunda sedang mencari sekolah islam dengan lokasi strategis di tengah kota Bandar Lampung? Az zahra mungkin pilihannya. Sekolah yang berada di dekat Polresta Bandar Lampung ini terkenal sebagai sekolah islam yang prestigious. Ini dapat dilihat ketika hendak masuk ke lingkungan sekolah dimana mobil-mobil mewah antri untuk menurunkan anak-anaknya disana.

Kemudian berapakah dana yang harus dikeluarkan untuk menyekolahkan anak di sana? berikut saya berikan rincian biaya masuk SD untuk tahun ajaran 2018 – 2019. Bagi bunda yang ingin menyekolahkan anaknya di sekolah ini, saya sarankan untuk segera mendaftar karena pendaftaran sudah dibuka mulai awal bulan Desember ini dan akan ditutup jika kuota sudah penuh.

Continue reading “Biaya Sekolah di Az Zahra Bandar Lampung”

Please follow and like us:

Berapa Biaya Sekolah di Global Surya Bandar Lampung

Kalau sebelumnya saya membahas tentang biaya sekolah di Sekolah Islam Az Zahra, kali ini saya akan membahas sekolah berbasis islam lainnya yang juga menjadi favorit di Kota Bandar Lampung yaitu Sekolah Global Surya. Sekolah ini berada di Jl. St. Jamil no.1, Bandar Lampung. Berada di lokasi strategis di pusat dengan akses pencapaian yang mudah, pastinya Global Surya juga menjadi incaran para orang tua di kota ini.

Lalu, berapakah dana yang harus dikeluarkan untuk menyekolahkan anak di sana? berikut saya berikan rincian biaya masuk SD untuk tahun ajaran 2018 – 2019. Bagi bunda yang hendak ingin menyekolahkan anaknya di sekolah ini, saya sarankan untuk segera mendaftar karena pendaftaran sudah dibuka mulai awal bulan Desember ini dan akan ditutup jika kuota sudah penuh.

Untuk pembiayaan sekolah di SD Global Surya, bunda harus mempersiapkan dana sebesar total kurang lebih 12 juta rupiah apabila membayar lunas di rentang waktu mulai dari Desember – Maret 2018. Namun apabila bunda mendaftar di atas bulan tersebut, dana yang dibutuhkan akan lebih besar dengan selisih sekitar 1 – 2 juta rupiah. Dana tersebut terdiri dari registration fee, tuition fee, main cumpolsory fee, pengembangan mutu, annual fee, book fee, uniform, finger print test, catering dan asuransi. Untuk main cumpolsory fee bisa dicicil sampai dengan 6 tahun dan pastinya kalau menyicil, dana total yang dikeluarkan akan jauh lebih besar karena bisa jadi ada kenaikan harga di tiap tahunnya.

Fasilitas

Untuk fasilitas, sekolah Global memiliki 3 gedung sekolah yang terdiri dari gedung PG & TK, gedung SD dan gedung SMP. Semua ruang kelas sekolah ini dilengkapi dengan AC dan loker. Sekolah ini juga ditunjang dengan laboratorium, ruang musik, teater, swimming pool semi olympic, lapangan olah raga, perpustakaan, serta kantin yang higienis. Kantin juga terbagi dua yaitu kantin lunch (khusus makan siang yang disediakan sekolah) dan kantin komersil . Terdapat juga sebaran wifi dan medical center.

 

 

Kurikulum

Sekolah Global Surya menggunakan kurikulum nasional dan kurikulum lokal dari sekolah untuk menambahkan muatan keagamaan. Namun, sampai saat ini Sekolah Global Surya belum menamai sekolah mereka sebagai sekolah IT (Islam Terpadu) sekalipun basis pengajarannya berdasarkan Agama Islam (Informasi dari bagian administrasi sekolah Global Surya).

Please follow and like us:

Sekolah di SDB (Sekolah Darma Bangsa) Bandar Lampung, Berapa Biayanya?

Berbeda dengan dua tulisan sebelumnya yang membahas tentang sekolah berbasis agama islam, kali ini saya akan membahas sekolah swasta nasional yang juga bereputasi bagus di Kota Bandar Lampung yaitu Sekolah Darma Bangsa atau lebih dikenal dengan SDB. Berlokasi di Jl. ZA Pagar Alam, Bandar Lampung, gedung sekolah ini mencuri perhatian dengan desain fasadnya yang mengaplikasikan warna-warna ceria. SDB menawarkan jenjang sekolah mulai dari kelas toddler sampai SMA jadi wajar saja jika area sekolah ini cukup luas.

Nah, kalau bunda pernah melewati sekolah ini saat berjalan di Jl. ZA Pagar Alam dan ingin tau berapa biaya untuk sekolah di sekolah ini, pssst… saya punya “bocorannya” lho. Jadi bunda mau tau aja apa mau tau banget?? Kalo emak-emak pasti mau tau banget ya kan? ihh… sama!! Saya juga setiap survei ke sekolah-sekolah, selain menanyakan soal kurikulum pastilah ujung-ujungnya tanya berapa biayanya.

Oke jadi berapakah dana yang harus dikeluarkan untuk menyekolahkan anak di sana?Berikut saya berikan rincian biaya masuk TK dan SD di SDB untuk tahun ajaran 2018 – 2019.

  • Toddler : total sekitar Rp. 9 juta-an
  • Nursery : total sekitar Rp. 7 juta-an (paket DPP sampai lulus TK B)
  • TK A : total sekitar Rp 6 juta-an (paket DPP sampai lulus TK B)
  • TK B : total sekitar Rp. 6 juta-an
  • SD : total sekitar Rp. 16 juta-an

Dana di atas dialokasikan untuk biaya DPP, SPP bulan pertama, seragam dan atribut, serta ATK dan buku. Dana tersebut merupakan dana minimal yang bisa didapatkan apabila bunda mendaftar di gelombang awal yaitu pada bulan Desember 2017 – Februari 2018 dengan catatan harus cash. Kalau mau menyicil bagaimana? tenang, bisa kok. Untuk membayar biaya sekolah dengan menyicil,  bunda diberi waktu selama satu tahun untuk dua kali pembayaran. Namun pasti ada selisih harga dengan pembayaran cash. Dengan kata lain, cash sudah pasti lebih murah.

Nah, dengan harga tersebut apa saja fasilitas yang bisa didapatkan? mari kita bahas.

Continue reading “Sekolah di SDB (Sekolah Darma Bangsa) Bandar Lampung, Berapa Biayanya?”

Please follow and like us:

Tips Memilih Sekolah Anak Untuk Tingkat SD

Hai mom, wah wah udah masa masa pendaftaran sekolah nih. Pasti pada bingung mau sekolahin dimana. Tenang mommies, bingung, bimbang dan galau mau pilihkan anak sekolah itu sangat wajar. Bagaimana pun kita mau yang terbaik untuk anak kan? dan pastinya terbaik buat kita juga.

Ok disini saya mau membantu mengerucutkan pilihan dalam memilih sekolah anak. Pasti akan banyak sekali keluar pertimbangan dalam memilih sekolah. Tapi bagaimanapun, kita harus memantapkan pilihan dan jangan sampai salah pilih. Berikut tips dari saya untuk memilih sekolah terbaik untuk anak:

Continue reading “Tips Memilih Sekolah Anak Untuk Tingkat SD”

Please follow and like us: