The End Of The Story

Saya tidak tahu sudah berapa lama saya terpaku di atas kasur ini. Memandang nanar ke layar laptop itu, menunggu jawaban yang selama ini saya tunggu. Mungkin lebih tepatnya menunggu akhir dari cerita ini, cerita yang sudah larut dan membuat saya mengantuk.

Ya, kisah percintaan saya dengan Akbar

Saya harap begitu, paling tidak, cerita ini punya akhir seperti layaknya cerita lainnya. Sekalipun ada juga cerita yang dibiarkan koma, tapi saya ingin ini semua ada titiknya. Terserah mau manis atau pahit, saya tidak peduli. Cerita ini sudah terlalu lama terbang di udara. Saya ingin segera mendarat sekalipun berat.

Saya tidak mau lagi seperti sebelumnya, lagi-lagi memberinya kesempatan untuk mengulur-ngulur waktu. Memberinya ruang untuk membuat saya kecewa untuk ke sekian kalinya.

Paling tidak, begitu rencananya. 

Read More …

Please follow and like us:

They called her, pretty.

Saya tidak percaya dengan apa yang dinamakan kecantikan alami. Seperti, eyeshadow Anastasia Beverly Hills Soft Glam Palette itu membuat matanya lebih hidup. Bentuk matanya kecil menyempit ke arah dahi. Namun eyelinernya bekerja dengan sangat baik membingkai kedua mata tersebut seperti membingkai lukisan O’Keeffe. Tidak hanya memembuat kelopak matanya menjadi dua kali lebih lebar, namun  perpaduan antara eyeshadow dan eyeliner itu membentuk pola warna, bayangan dan garis-garis yang menakjubkan pada motif bola matanya. Yang mampu menghipnotis siapapun yang memandang.

Hidungnya, saya rasa perfect. Dia tidak perlu memulas hidung itu dengan shading atau highlighter merk apapun. Tulang hidungnya tegas, membentuk sudut di pertemuan ke dua lubangnya.

Ah, Lubang itu! saya rasa lebih tepat disebut celah ketimbang lubang. Karena keduanya terbuka sangat sedikit membentuk garis panjang yang manis. Namun ia tetap memulasnya. Memulas sudut hidungnya dengan highlighter Sephora yang sukses membuat wajahnya bercahaya.  Memberikan statement  bahwa keberadaannya bukan untuk disia-sia.

Bibirnya. Ya, selalu terlihat penuh dan menggoda. Dia tau benar kalau bibir itu tidak simetris, maka dia membingkai ulang garis bibirnya. Membuat garis baru tepat di atas garis aslinya.

Baginya lipstick bukan hanya soal bibir, namun soal upaya. Upaya mendapatkan sesuatu yang layak. Tidak seperti yang selama ini dia dapatkan. Dia percaya bahwa seseorang mendapatkan hanya apa yang pantas mereka dapatkan. Dia berkata pada cermin kecil yang menempel di compact powdernya, “I deserve better so that i dressed better”. Dia tidak hanya sedang menggarisi bibir, namun menggarisi suratan takdir.

Dan kali ini adalah waktu yang tepat untuk mendapatkan sesuatu yang layak. Dia pilih  hari ini sebagai awal masa depannya. Menghapus masa lalu yang selama ini mencemooh, menampar dan membuangnya seperti sampah.

Please follow and like us:

TESTPACK

Hari ini setelah 10 tahun pernikahan kami, aku memberanikan diri untuk bicara pada istriku. Istriku yang malang, yang terhadapnya aku sudah tidak merasakan gejolak lagi. Yang di rahimnya, tak kunjung ia berikan keturunan untukku.

“Maafkan aku, aku sudah tidak bisa menunggu lagi. Sebaiknya kita berpisah saja. Akupun sudah punya penggantimu. Maafkan aku sekali lagi”

Sang istri berusaha menahan tangisnya sambil menatap punggung suaminya yang berlalu menuju pintu. Tanpa sadar ia pun menjatuhkan sesuatu yg sudah lama digenggamnya. Sesuatu yg ia pikir akan menyenangkan suaminya. Sesuatu yang didalamnya tertera lambang garis dua merah.

#flashfiction

Please follow and like us:

KUNCI JAWABAN

KUNCI JAWABAN

Di keluarga besar kami, Ali selalu dipuji akan kepintarannya. Terlebih hari ini. Tanteku datang ke rumah hanya untuk memberitau keluagaku bahwa anaknya, Ali, mencapai nilai Ujian Akhir tertinggi tahun ini.

“Wow” ucapku dalam hati. Ali yang tumbuh bersamaku sedari kecil, rasanya tidak sepintar itu. Ah mungkin aku saja yang iri.

Ku beranikan diri untuk memberi ucapan selamat pada Ali. Kudatangi rumahnya dan terlihat dia sedang memberi uang kepada seorang laki-laki yang kemudian berpapasan denganku di depan pintu. Lalu laki-laki tersebut berbisik :

“Neng, kalo urusan ujian, call abang aja. dijamin jawabannya tokcer, bener semua”.

#flashfiction #ceritasangatpendek #200kata

Please follow and like us: