Avengers Infinity War : A guide for the dummies (Pedoman untuk para awam)

Satu pekan sudah film ini ditayangkan di bioskop world-wide dengan penghasilan yang memecahkan rekor pendapatan tertinggi dalam pekan pertama penayangannya yaitu sebesar $630 Milion. Gimana nih perasaannya setelah nonton IW? Apakah frustasi? kesel? depresi? Emang bete banget yah endingnya bikin saya langsung bereaksi “wait, what?” what??? whaaaattt??” bikin nggak percaya apa yang baru aja dilihat dan begitu aja gitu??? no… hahaha. Sungguh menyebabkan kerusakan otak dan jiwa :’)

Emang film MCU yang satu ini bisa dinilai menguras perasaan banget ngalah-ngalahin diputusin pacar ! (eh nggak tau juga deng rasanya diputusin, maklum belum pernah.. ). Selain itu, untuk mengerti dengan baik tentang cerita film ini, kita butuh memodali diri dengan menonton film-film MCU yang lain. Karena pasti banyak yang — karena film ini heboh, jadi nontonnya ya cuma film ini aja — atau, nonton sih beberapa film yang lain, tapi nggak banyak. Atau.. merasa, kayaknya nonton semua deh, tapi lupa juga ceritanya gimana.

Tenang aja, apa yang kamu alami itu wajar karena persiapan pembuatan film Infinity War ini menghabiskan waktu selama 10 tahun! dan semua dimulai sejak film Iron Man pada tahun 2008. Nah tulisan ini akan membantu kamu untuk mengerti plot Infinity War dengan mudah dan akan merekomendasikan film-film lain yang butuh kamu tonton sebagai basic knowledge untuk memahami alur cerita maupun tokoh-tokoh dalam Infinity War.

Baiklah, saya akan jelaskan dulu timeline film-film MCU from the beginning. Jadi film-film MCU dibagi ke dalam beberapa fase yaitu:

Fase Satu:

  • Iron Man (2008)
  • The Incredible Hulk (2008)
  • Iron Man 2 (2010)
  • Thor (2011)
  • Captain America: The First Avenger (2011)
  • Marvel’s The Avengers (2012)

Fase Dua:

  • Iron Man 3 (2013)
  • Thor: The Dark World (2013)
  • Captain America: The Winter Soldier (2014)
  • Guardians of the Galaxy (2014)
  • Avengers: Age of Ultron (2015)
  • Ant-Man (2015)

Fase Tiga :

  • Captain America: Civil War (2016)
  • Doctor Strange (2016)
  • Guardians of the Galaxy Vol. 2 (2017)
  • Spider-Man: Homecoming (2017)
  • Thor: Ragnarok (2017)
  • Black Panther (2018)
  • Avengers: Infinity War (2018)
  • Ant-Man and the Wasp (2018)
  • Captain Marvel (2019)
  • Untitled Avengers Film (2019)

Rencana Film berikutnya:

  • Untitled Spider-Man: Homecoming Sequel (2019)
  • Guardians of the Galaxy Vol. 3(2020)

Dari fase di atas, Infinity War menempati posisi film ke-19 dari MCU. Berarti, akan sangat lebih baik kalau kita tonton 18 film sebelumnya. Heheh… kalo bukan tipe yang suka nongkrongin bioskop pasti akan kewalahan ngikutin satu-satu. Nah, untuk itu saya kasih jalan pintas supaya bisa tetap mengerti plot Infinity War dalam tempo yang se-singkat-singkatnya.

Plot

Plot di film ini adalah yang paling rumit karena kalau kamu belum punya pengalaman nonton Film-film MCU sebelumnya, kamu akan sulit untuk catch up. Inti cerita Infinity War diinjeksi sedikit-sedikit ke beberapa film selama satu dekade. Terutama untuk mendapatkan gambaran perjalanan Thanos dalam mendapatkan Infinity Stones. Nah penjelasan Infinity Stones ini disebar di dalam beberapa film baik secara langsung masuk di filmnya maupun hanya sekedar muncul di after credit.

Nah, untuk mendapatkan pemahaman yang baik saya buatkan diagram seperti di bawah ini : (udah berasa bikin materi kuliah aja nih pake diagram-diagraman. Dasar dosen!)

Diagram 1 : 3 film yang wajib tonton sebelum nonton Infinity War  

Ini jalan yang sangat pintas untuk mendapatkan gambaran secara general tentang Infinity War. Ya, seminim-minimnya kamu harus nonton ketiga film sebelumnya yaitu The Avengers atau saya urutkan sebagai film Avengers pertama, The Avengers Age of Ultron sebagai film Avengers ke 2 dan Captain America Civil War, di sini saya namakan film Avengers yang ke 2,5. Memang sih judulnya Captain America dan masih menjadi lanjutan dua film Captain America sebelumnya tapi isinya banyak memuat tentang Avengers! di film itu juga hampir semua anggota The Avengers dari film sebelumnya muncul.

Kalau sudah nonton ketiga film ini, mudah-mudahan dapat pencerahan mengenai tokoh-tokoh dan beberapa kejadian di ketiga film tersebut seperti yang paling terkenal misalnya, Kejadian New York (lokasi perang di Avengers 1), Munculnya Vision beserta mind stone di kepalanya, dan kejadian “pecahnya” geng  The Avengers terutama Iron Man dan Captain America. Sebenernya masih banyak lagi kejadian yang disebut-sebut yang berasal dari ketiga film tersebut seperti disebut juga kenapa si Ant Man dan Hawk Eye nggak gabung di Infinity War, dan lain-lain.

Namun, kejadian-kejadian di tiga film yang saya sebut di atas, masih kurang untuk menggambarkan kemunculan dan cerita di balik batu-batu akik Infinity Stones yang mau dikumpulin Thanos. Oleh karena itu saya bikin diagram yang kedua :

Diagram 2 : Judul-judul film untuk bisa mengerti tentang Infinity Stones

Nah kalau mau mendapatkan gambaran yang agak detail, ada delapan film dimana batu-batu tesebut muncul (nggak termasuk film Avengers ya yang delapan ini karena trilogi Avengers sudah disebut di diagram 1). Jadi delapan tambah tiga film. Nah ada sebelas film yang kamu butuh tonton untuk mengerti perjalanan Infinity Stones dan pergerakan Thanos dalam memburunya.

Dari kelima Infinity Stones, memang Tesseract yang paling banyak disebut bahkan muncul sampai di enam film MCU. Pertama kali muncul di Captain America sebagai batu yang dimiliki Schmidt (Red Skull) dan akhirnya ditemukan oleh Howard Stark (bapaknya Tony Stark a.k.a Iron man). Oya Red Skull juga bisa kita temukan di Infinity War sebagai pemandu ke Soul Stone.

Kemudian muncul lagi di Iron Man 2 saat si Tony lagi iseng buka-buka buku catetan bapaknya sambil nonton video buatan bapaknya. Kubusnya Tesseract tergambar di buku catatan bapaknya itu beserta catatan spekulasi berupa rumus-rumus.

Kemudian muncul lagi di Thor, The Avengers, Thor The Dark World dan terakhir di Thor Ragnarok. Di Thor Ragnarok inilah perjalanan terakhir Tesseract. Di akhir film Thor Ragnarok, Loki menemukan batu ini di ruang penyimpanan senjata di Asgard dan membawa serta batu ini ke space ship bersama rombongan Asgardian yang ceritanya mau diungsikan pasca perang melawan kakak Thor . Namun di after credit film ini, terlihat kalau space ship tersebut hancur dan ceritanya dilanjutkan ke adegan paling awal di Infinity War di mana space ship tersebut sudah hancur, Asgardians juga udah pada mati dan pada akhirnya Tesseract diserahkan Loki kepada Thanos supaya Thanos nggak bunuh kakaknya (Aww so sweet)

Pasti kamu juga bingung kenapa sih itu bebatuan bisa sebegitu menarik minat Thanos. Emang kemampuannya apa sih?

Ini saya buatkan diagram penjelasan tentang powernya masing-masing Infinity Stones

Diagram 3 : The power of infinity stones

Nah cukup jelas ya.. tinggal dipelajari sendiri.

Karakter-karakter tokoh The Avengers

Kali ini saya mau bahas karakter-karakter tokoh The Avengers. Memang MCU hobi mengenalkan satu karakter di film tokoh avengers yang lain. Mungkin semacam “cek ombak” atau supaya penonton mendapatkan gambaran terlebih dahulu sebelum tokoh tersebut dibikinin film sendiri.

Berikut saya buatkan diagram tentang karakter-karakter yang muncul duluan sebelum dibuat filmnya sendiri

Diagram 4 : Karakter The Avengers yang dikenalkan terlebih dahulu di film karakter Avengers lainnya

Masih tentang karakter, diagram di bawah ini menjelaskan anggota-anggota The Avengers di tiap filmnya. Fyi, anggotanya memang kelihatannya makin bertambah di setiap filmnya, tapi ada juga yang berkurang seperti Quicksilver hanya muncul di Age Of Ultron karena di Film tersebut dia mati. Kemudian Hulk dan Thor tidak muncul di Captain America Civil War karena Hulk memutuskan untuk pergi di Avengers 1 dan Thor balik ke Asgard. Selain itu ya… bisa kita tebak sendiri, karena Hulk dan Thor muncul bersama di Film Thor Ragnarok. Jadi emang sengaja nggak diikutsertakan di Captain America Civil War. (mungkin biar honornya nggak dobel – dobel) hehe..

Oke gimana nih kira-kira penjelasannya? semoga bisa memberi pencerahan untuk memahami film yang fenomenal sekali di tahun ini. Selamat menonton. Jangan lupa like and share dan semoga tulisan ini berfaedah.

See ya.

Referensi:
http://collider.com/mcu-timeline-explained/
https://en.wikipedia.org/wiki/Infinity_Gems
http://www.digitalspy.com/movies/the-avengers/feature/a783217/marvel-infinity-stones-where-are-they/
http://marvel-movies.wikia.com/wiki/Tesseract
https://www.instagram.com/p/BiMK8vWFkK3/?taken-by=marvel_entertainment
http://www.digitalspy.com/movies/the-avengers/feature/a783217/marvel-infinity-stones-where-are-they/
https://en.wikipedia.org/wiki/List_of_Marvel_Cinematic_Universe_film_actors#Introduced_in_Phase_One

Everything You Need to Know About the Avengers Movies


Please follow and like us:

Movie Review : Ready Player One

Ready Player One

Do yo live in a miserable life and always willing to runaway from it? or do you wanna be somebody else? if your anwer is yes then you are welcome to OASIS.

Menurut saya film ini merupakan karya yang jenius dari Steven Spielberg. Dia memvisualisasikan kekhawatiran terhadap isu tak terkontrolnya peggunaan gadget dan segala aplikasi di dalamnya oleh masyarakat di seluruh dunia. Namun secara presisi, dia menunjukkan keprihatinannya kepada orang-orang yang tidak bisa menghargai kehidupan realitasnya dan memilih tenggelam ke dalam dunia maya, dalam film ini konteksnya adalah Games.

Ya, orang-orang kecanduan games sampai melupakan fungsi awal games yang hanya sekedar hiburan. 

PLOT

OASIS adalah Game virtual reality yang mengubah kehidupan masyarakat pada tahun 2027. Game ini merajai kehidupan masyarakat dunia karena di sana semua orang bisa menjadi siapapun sesuai yang mereka inginkan. Ketika pencipta OASIS, James Halliday meninggal dunia, dia mempublikasikan video yang mengejutkan. Dia menantang seluruh pengguna OASIS untuk menemukan Easter Egg pada game tersebut. Bagi orang pertama yang mendapatkannya, maka ia akan mendapatkan warisan berupa kepemilikan utuh terhadap seluruh saham OASIS.

Tentunya akibat video ini, dunia menjadi “geger”. Semua avatar (user OASIS) berlomba-lomba untuk mendapatkan Easter Egg tersebut. Wade Watts (Tye Sheridan) adalah salah seorang pengguna OASIS yang juga ingin memenangkan tantangan tersebut. Watts adalah penggemar berat Halliday. Baginya Halliday merupakan pahlawan karena telah menciptakan OASIS, tempat dimana dia bisa menganggap dirinya berharga. Watts memiliki kehidupan yang tidak ia sukai. Baginya OASIS adalah tempat pelarian terbaik dari hidupnya yang sengsara.

Karena dia tidak memiliki kehidupan yang layak di real life, Watts sangat mencurahkan segala kemampuannya untuk bermain di OASIS. Watts sangat berbakat memainkan games ini dan dia berhasil memenangkan tantangan pertama untuk mendapatkan Easter Egg.

Berita kemenangan Watts di tantangan pertama ini membuat banyak pengguna lain iri dan marah, terutama Nolan Sorrento (Ben Mendelsohn), pendiri IOI sekaligus perusahaan kompetitor OASIS. Nolan Sorrento menciptakan pasukan yang dikerahkannya secara khusus untuk memenangkan tantangan tersebut. Sorrento melakukan dan mempertaruhkan “segalanya” untuk memenangkan kompetisi tersebut termasuk memburu Wade Watts baik di dunia games dan di dunia nyata.

PENGAKUAN

“Ready Player One adalah film fantasi fiksi ilmiah petualangan yang dibintangi oleh Tye Sheridan, Olivia Cooke, Ben Mendelsohn, T.J. Miller, Simon Pegg dan Mark Rylance. Film Ready Player One mendapatkan review positif dari para kritikus. Berdasarkan Rotten Tomatoes, film ini memiliki rating 75%, berdasarkan 280 ulasan, dengan rating rata-rata 6.9/10. Berdasarkan Metacritic, film ini mendapatkan skor 64 dari 100, berdasarkan 54 kritik, menunjukkan “ulasan yang baik”.Berdasarkan CinemaScore, film ini mendapatkan nilai “A-” dari penonton film untuk skala A+ sampai F. Hingga 1 April 2018, film Ready Player One mendapatkan $53,710,325 di Amerika Utara dan $127,500,000 di negara lain. Total pendapatan yang dihasilkan oleh film ini mencapai $181,210,325, melebihi anggaran produksi film $175 juta.” (sumber : wikipedia)

Visual Effect

Saya jatuh cinta sama visual efeknya. Meyakinkan sekali kalau manusia seolah bisa masuk ke dalam games melalui perantara tools seperti yg terlihat di cuplikan gambar di bawah ini. Ada kacamata digital, sarung tangan dan juga kabel-kabel yg ditempeli ke badan. Membuat experience di games yg sedang dimainkan terasa sangat nyata.

Di sisi lain (di kehidupan nyata), efeknya orang jadi makin terlihat sinting. Mereka kalau lagi terkoneksi sama OASIS, pasti nggak ngeh sama lingkungan sekitar. Nendang, terbang, mukul, jatoh, ngomong sendiri. Terhanyut sama gamesnya.

Padahal kalo ngeliat orang yg lagi asyik sama gadget sampe lupa daratan aja rasanya kesel ya? Apalagi ini udah lupa daratan, tingkahnya jadi aneh pula karena di games lagi balapan atau dance misalnya. Kebayang nggak sih orang bertingkah seperti sedang balapan tp ngga ada mobilnya. Tapi di situlah humor pada film ini ?

Adegan-adegan action dalam games OASIS bikin yang nonton sampe keikutan seru sendiri. Ada yang memprediksi bahwa Spielberg akan mendapatian nominasi Oscar untuk visual efek pada film ini. Ya kita doain aja semoga beneran terkabul.

Visual efek di film ini emang rasanya beda dengan yang lain. Bagi saya konsep “Virtual Reality” nya tepat banget dengan teknik visualisasi yang dipilih Spielberg. Film ini membawa imajinasi saya seolah ikut masuk ke dalam games. Yang pasti, mata kita akan dimanjain sama adegan-adegan actionnya. Pake ada surprise lagi, ada si boneka Chucky ?

Wade Watts yang jago banget main OASIS

Dia lagi main OASIS. Ini gambaran di real lifenya. Dia main di dalam mobil rongsokan di dekat rumahnya

Ini adegan di dalam game OASIS, Di sini usernya berubah menjadi avatar yang dicreate masing-masing

Adegan balapan di OASIS untuk mendapatkan Easter Egg

PESAN MORAL

Film ini menyampaikan pesan moral yang sangat bagus. Mau gimana buruknya hidup kita, ya itulah yang nyata. Jangan terlarut ke dalam dunia maya yang fana, consuming, energi dan waktu. Jangan suka lupa waktu kalo main gadget, nanti tiba-tiba waktu kita di dunia habis gitu aja.

OASIS juga memberi pesan untuk nggak gampang percaya sama orang-orang yamg kita temui di dunia maya. Yang terlihat di dunia maya cantik/ganteng/hebat, belum tentu aslinya begitu. Ini kayaknya deket banget kan sama kehidupan jaman sekarang. Ketipu sama citra seseorang di medsos ?.

Intinya, hidup ciptaan Tuhan ini jauh lebih indah dibanding kehidupan buatan manusia di dunia maya.

Dan dari film ini saya dapet boy crush. Yang jadi Daito, duh ya Allah cakep banget… eye pleasing banget deh ini film! ?

Selamat menonton

Please follow and like us:

Movie Review : Three Billboard Outside Ebbing, Missouri

Kali ini saya mau review film yang juga banyak mendapatkan nominasi Oscar 2018 dan membawa pulang dua piala yaitu untuk kategori Actress in a leading role dan Actor in a supporting role
Awalnya saya ragu nonton film ini karena judulnya panjang amat ? dan baca sinopsisnya kayaknya suram. Tapi akhirnya saya putuskan untuk nonton karena mau lihat akting Frances McDormand yang mengalahkan Saoirse Ronan, Margot Robbie, Sally Hawkins dan Meryl Streep di kategori Actress in a leading role Academy Awards 2018.

Plot
Film ini berkisah tentang seorang ibu (Mildred Hayes diperankan oleh Frances McDormand) yang marah dan depresi pasca kematian putrinya yang meniggal karena diperkosa dan dibakar. Kemarahan Hayes makin menjadi karena setelah 7 bulan kasus kematian putrinya, belum juga tertangkap pelakunya.

Akhirnya suatu ketika Hayes punya ide untuk menyewa 3 billboard tua yang sudah 20 tahun tidak pernah lagi ada yang pakai. Ketiga billboard ini berjejer di perbatasan Kota Ebbing, Missouri. Lokasi billboard ini juga merupakan lokasi diperkosanya si anak. Pesan di billboard tersebut merupakan sindirian untuk kepolisian setempat dan khususnya untuk Kepala Polisinya (William Willoughby yang diperankan oleh Woody Harrelson). Pesan dalam billboard tersebut adalah:

Billboard 1 :

“RAPED WHILE DYING”

Billboard 2 :

“AND STILL NO ARREST?”

Billboard 3

“HOW COME CHIEF WILLOUGHBY?”

Hasil gambar untuk Three Billboard Outside Ebbing, Missouri

Mildred Hayes bersama 3 billboard yang disewanya

Hasil gambar untuk Three Billboard Outside Ebbing, Missouri

Pesan pada Billboard yang disewa Mildred Hayes

Inti dari pesan di Billboard tersebut adalah bahwa Mildred Hayes mengkritik keras kinerja kepolisian  setempat yang dinilai lamban dan tidak serius menyelidiki kasus yang menimpa anaknya. Dan benar saja, akibat billboard-billboard tersebut, kepolisian seperti “kebakaran jenggot” khususnya bagi Chief William Willoughby dan kaki tangannya Dixon, yang merupakan polisi junior di kepolisian tersebut.

Film ini membawa kritik terhadap beberapa isu yang menurut saya sangat cerdas:

Keseriusan suatu lembaga dalam dalam menjalankan tugasnya

Pada film ini diperlihatkan kondisi kantor kepolisian daerah yang isinya polisi-polisi malas dan tidak bergairah. Akibatnya, masyarakat kurang respect sama aparat kepolisian. Mereka diperlihatkan “berani” sama polisi terutama semenjak Mildred Hayes memasang pesan-pesan sindiran di Billboard.

Penyalah-gunaan wewenang atau kekuasaan yang dicerminkan oleh sikap “mentang-mentang” karena berkuasa maka boleh semena-mena kepada kaum lemah

Dixon, junior Chief Willoughby mencerminkan sikap semena-mena seorang polisi yang berkuasa. Suka menindas yang lemah dan yang dia nggak suka tanpa perlu alasan.

Jangan pernah main main sama emak. Film ini tuh sebenernya tentang The Power of Emak-Emak ?

Yes, bener banget. Jangan pernah main-main sama emak-emak atau hidup lo bakalan kacau. Mildred Hayes merupakan ibu yang sangat marah dan mampu melakukan apa saja untuk mengungkap kasus anaknya.

Jangankan polisi, penjahatnya aja kalo ketemu berani dia lawan

STOP MISSERABLING YOUR LIFE

Sekalipun depresi, Mildred Hayes tidak menunjukkan kedepresiannya tersebut dengan mengasihani dirinya berlarut-larut. Kalau di awal ketika baca sinopsisnya saya ragu mau nonton karena lagi nggak selera nonton film-film sedih, ternyata saya salah. Mildred Hayes cerminan seseorang yang tangguh. Depresinya ditunjukkan dengan aksi yang tidak pernah lelah untuk menuntut keadilan. Keliatan banget kalau dia strong woman. Nggak pernah sekalipun dia menangis di film ini sekalipun dengan bahasa tubuhnya, terlihat kalau dia depresi

AKTING

3 pemain film ini mendapatkan nominasi Oscar, bahkan 2 aktor mendapat nominasi yang sama di satu kategori yaitu aktor pendukung terbaik.

Untuk kategori Actress in a leading role, film ini membawa pulang Oscar.

Akting Frances di sini memang luar biasa. Dia berhasil membawakan karakter ibu yang sedih dan marah tanpa harus menangis tersedu-sedu dan marah ngamuk-ngamuk. Tapi sebagai penonton, saya sangat yakin kalau dia sedang sangat marah dan depresi. Ini pasti akting yang sulit.

Dua peran polisi yaitu Willoughby dan Dixon, mendapatkan tempat di kategori  Actor in a supporting role. Dan Oscar akhirnya dibawa pulang oleh Dixon yang diperankan oleh Sam Rockwell ???

Berikut adalah gambar cuplikan scene di film Three Billboards Outside Ebbing, Missouri

Hasil gambar untuk Three Billboard Outside Ebbing, Missouri

Midred bersama Chief Willoughby

Hasil gambar untuk Three Billboard Outside Ebbing, Missouri

Mildred bersama Dixon

Hasil gambar untuk Three Billboard Outside Ebbing, Missouri

Wajah depresinya Mildred Hayes

Hasil gambar untuk Three Billboard Outside Ebbing, Missouri

Dixon si polisi yang semena-mena

Membawa pulang dua Oscar
Sekalipun tidak menang di dua kategori yaitu Best Picture dan Best Sound Editing, namun film ini berhasil membawa pulang dua oscar. Alhamdulillah lah ya..

Selamat buat Frances McDorman dan Sam Rockwell. Your work was awesome.

Hasil gambar untuk frances mcdormand oscar

Hasil gambar untuk sam rockwell oscar

Please follow and like us:

I, Tonya Movie Review

I, Tonya Movie Review

Saya mau mereview lagi salah satu film terbaik di tahun 2017. Film ini berjudul I, Tonya. Film ini merupakan film yang berdasarkan kisah nyata yaitu tentang atlet figure skating Amerika yang kontroversial, Tonya Harding.

Di tahun 90an, nama Tonya Harding menjadi sangat terkenal bukan hanya karena prestasi yang ditorehnya namun karena skandal penyerangan terhadap rivalnya di cabang olah raga tersebut yaitu Nancy Kerrigan. Akibat skandal tersebut, Tonya Harding didepak dari asosiasi figure skating di Amerika dan tidak diperbolehkan lagi mengikuti pertandingan apapun. Dan semenjak itu, nama Tonya Harding jadi “bulan-bulanan”/ bahan makian/ joke / bulian di dunia sport amerika. Tragis ya…

Namun walaupun kisahnya tragis, justru kisah Tonya Harding ini sangat menarik untuk diangkat. Karena bagaimanapun masyarakat membencinya, Tonya Harding adalah atlet perempuan Amerika pertama yang melakukan Triple Axel di Olimpiade (lompatan paling sulit di cabang olah raga tersebut). Tonya jelas menoreh sejarah untuk Amerika dan hal tersebut tidak bisa dipungkiri seburuk apapun citra dirinya di mata dunia.

Film ini memang sangat kontroversial karena dinilai sebagai aksi “bela diri” nya Tonya Harding atas tragedi tersebut.

Namun kalau dari perspektif saya sih, film ini idenya keren banget, terserah lah ya dibilang kisah yang nggak valid karena subjektifitasnya tinggi. Tapi ya selama ini juga penilaian terhadap Tonya Harding banyak yang subyektif. Berita juga simpang siur. Jadi saya rasa film ini merupakan momentnya Tonya Harding. Alam semesta sedang berpihak kepadanya. Ya.. gantian dong, sekarang kita membicarakan fakta dari perspektif pelakunya. Biar berita yang selama ini beredar menjadi imbang.

Plot

Film ini dimulai dengan adegan wawancara terhadap Tonya Harding masa sekarang (usia 40an) dan semua orang yang terlibat dengan kisah hidupnya yaitu, ibu, pelatih, reporter media sport, mantan suaminya dan bodygueardnya. Baik Tonya dan orang-orang tersebut diminta untuk menceritakan perjalanan karir Tonya Harding dari perspektif masing-masing.

Hasil gambar untuk I tonya

Tonya Harding yang diperankan oleh Margot Robbie

Tonya Harding memulai karirnya sejak usia dini yaitu 3 tahun dan memenangkan perlombaan Skate untuk pertama kalinya di usia 4 tahun mengalahkan lawan-lawan yang usianya lebih tua darinya. Tonya awalnya ditolak oleh pelatihnya karena terlalu muda. Namun karena skillnya yang udah jago banget di usia tersebut, Tonya akhirnya diterima jadi murid Diane Rawlinson.

Tonya dididik oleh ibu yang keras dan kasar. Ibunya hanya seorang pelayan restoran yang menghabiskan sebagian besar penghasilannya untuk Tonya latihan skate. Maksud si ibu ini bagus sih, tapi caranya abusive. Ibunya ini juga menjahit sendiri semua kostum lomba Tonya karena tidak punya uang untuk membeli apalagi membayar desainer. Namun hubungan mereka tidak berjalan baik. Ibunya digambarkan tidak pernah mengapresiasi segala prestasi Tonya dan kalau Tonya kalah tanding, ibunya akan marah dan menghujaninya dengan caci maki.

Ibu Tonya Harding, Lavona Golden diperankan oleh Allison Janey yang berhasil membawa pulang Oscar atas peran ini. Kalo saya rasa sih ibunya Tonya ini sebenarnya orangnya realistis. Mau anaknya punya nasib lebih baik, mau anaknya juara, tapi karena si ibu nggak pernah punya cara yang lembut atau paling tidak wajar, hubungan antara anak dan ibu ini nggak pernah berjalan mulus. Tonya memutuskan keluar dari rumah dan berpisah dengan ibunya sebelum dia lulus SMA. Sejak itu, Tonya tidak pernah sekolah lagi dan memutuskan fokus di Figure Skating.

Hasil gambar untuk lavona i tonya

Tonya Harding dan Lavona Golden in real life

Hasil gambar untuk lavona i tonya

Tonya Harding kecil bersama ibunya, Lavona Golden di film I, Tonya

Heart-breaking story

Cerita tentang Tonya Harding ini penuh dengan kisah yang heart breaking. Mulai dari ibu yang abusive, keluarga broken home, miskin, suami yang juga abusive dan karir yang hancur.

Keputusannya menikahi sang pacar yang suka mukulin dia menjadi awal petaka untuk karir Tonya.

Pernikahan dengan Jeff Gillooly

Setelah memutuskan pisah dengan ibunya, Tonya tinggal bersama pacarnya yaitu Jeff Gillooly. Karakter Jeff ini agak-agak psyco gitu. Suka mukul trus nanti minta maaf dan sayang lagi. Si Tonya ini kok ya apes terus. Udah ibunya suka mukul, pacarnya juga gitu. Tapi sudah tau begitu, Tonya tetep balik-balik lagi ke pelukannya Jeff bahkan akhirnya memutuskan untuk menikah.

Mungkin karena si Tonya ini kurang figur ayah. Ketika dia kecil, ayahnya pergi karena perceraian dengan ibunya.

Hasil gambar untuk lavona i tonya

Tonya dan Jeff di film I, Tonya

Hasil gambar untuk tonya harding wedding with jeff gillooly

Tonya dan Jeff in real life

Triple Axel

Sejak menikah, karir Tonya terus melonjak. Tonya yang nggak punya pilihan selain menjadi yang terbaik di bidangnya, totally fokus mengejar impiannya dengan latihan selama 8 jam setiap hari. Namun,  karakter Tonya dinilai kurang cocok untuk merepresentasikan cabang olah raga figure skating yang punya citra berkelas, anggun, klasik, manner, dan lain-lain yang bukan Tonya banget. Akibatnya, Tonya jarang mendapatkan score yang layak di setiap perlombaan yg diikutinya bukan dikarenakan kurang skillful tapi ada penilaian lain yang membuatnya tidak unggul yaitu presentasi. Presentasi di sini maksudnya adalah tampilan (baju, riasan, dan personalitas yang terlihat ketika skating).

Namun semua itu tidak menyurutkan semangatnya. Tonya terbukti mahir di bidang ini dengan pencapaiannya.

“After climbing the ranks in the U.S. Figure Skating Championships between 1986 and 1989, Harding won the 1989 Skate America competition. She was the 1991 and 1994 U.S. champion before being stripped of her 1994 title, and 1991 World silver medalist.[4] In 1991, she earned distinction as being the first American woman to successfully land a triple axel in competition, and only the second woman to ever do so in history (behind Midori Ito). She is also a two-time Olympian and a two-time Skate America Champion” (sumber wikipedia)

Pada tahun 1991 Tonya menoreh sejarah dengan melakukan lompatan triple axel di kompetisi figure skating.

Hasil gambar untuk I tonya

Hasil gambar untuk I tonya

Hasil gambar untuk Tonya Harding

momen saat berhasil landing triple axel

Selain itu, Tonya juga setelah musim gugur tahun 1991, Tonya tercatat menoreh sejarah sebagai wanita pertama:

  • The first woman to complete a triple axel in the short program;
  • The first woman to successfully execute two triple axels in a single competition;
  • The first ever to complete a triple axel combination with the double toe loop.

Tragedy penyerangan Nancy Kerrigan

Karir Tonya Harding hancur ketika dia dituduh terlibat penyerangan atas Nancy Kerrigan. Nancy Kerrigan adalah rivalnya yang sama sama mewakili US untuk olimpiade 1994 di Norwegia. Sekalipun tidak terbukti terlibat dan mendalangi penyerangan tersebut, Tonya Harding tetap dinyatakan bersalah karena dianggap mengetahui rencana penyerangan tersebut namun tidak melapor.

Ironisnya, karena kejadian itu, Tonya Harding dibanned atau tidak diperbohkan mengikuti kompetisi Figure Skating apapun dan dikeluarkan dari Asosiasi Figure Skating USA.

Hm… tragis bener ya..

Tapi sekali lagi, bagi saya film ini merupakan moment buat Tonya Harding untuk meluruskan persepsi orang terhadap dirinya. Kalau saya pribadi, i stand for her because she represents poor people who are willing to reach their dreams.

Bagi saya, perjuangan Tonya Harding cukup inspiratif dalam hal dia bukan anak siapa – siapa dan bukan dari keluarga kaya namun bisa berprestasi di bidang olah raga yang dikenal mahal dan berkelas.

Kesan terhadap film I, Tonya

Yang jelas, habis nonton film ini rasanya langsung kepo sama kehidupan karirnya Tonya Harding. Jadi browsing-browsing dan mulai membandingkan antara pemeran di kisah nyata dan di film. Emang pada mirip-mirip banget sih, pinter emang si Craig Gillespie. Terutama yang jadi Jeff dan Shawn. Sumpah mirip banget

Hasil gambar untuk jeff i tonya

kiri Jeff di film, kanan Jeff asli

Hasil gambar untuk jeff gillooly

ini Jeff di film diperankan oleh Sebastian Stan

Hasil gambar untuk jeff gillooly

Jeff Asli

Hasil gambar untuk shawn i tonya

Shawn Eckardt di film vs real life

Mirip kaaaan?

Kalau Margot Robbie sih emang kurang mirip sama Tonya Harding tapi aktingnya duh bagus banget…. apalagi saat – saat terakhir film. Ini nih yang sedih banget. Saat mau tampil di Olimpiade 1994 yang akhirnya jadi olimpiade terakhir dia

Hasil gambar untuk i tonya margot robbie

disini Margot Robbie berhasil banget ngebawain depresi-nya jadi atlet yang sedang dilanda kasus tapi harus tetap tanding dan tersenyum.

Tapi sayangnya di beberapa part, Margot Robbie masih kerasa kayak Harley Quinn di Suicide Squad. Mungkin agak susah kali ya lepas dari karakter yang kuat banget macam Harley Quinn.

But Overall, film ini menurut saya bagus. Menyentuh dan Margot Robbie keren abis…….

 

 

 

Please follow and like us:

Lady Bird Review

Lady Bird Movie Review

Film besutan Greta Gerwig ini mendapatkan 4 nominasi di Academy Awards 2018. Untuk film yang mengangkat tema remaja sekolahan, bagi saya pencapaian tersebut sangat luar biasa. Lady Bird mendapatkan nominasi untuk Best Performance by an Actress in a Leading Role, Best Performance by an Actress in a Supporting Role, Best Achievement in Directing dan Best Original Screenplay. This movie was so close to Oscar! tapi  yah namanya belum rejeki. Jadi cukup puas jadi Nominee aja.

Bagi saya film ini sangat bagus karena mengangkat tema remaja dengan cara yang berbeda. Kalau biasanya tema-tema remaja yang diangkat ke film adalah cerita-cerita romantis yang topiknya “dangkal”, Lady Bird  mengangkat topik tentang permasalahan khas remaja ke level yang lebih esensial. It got me thinking that i was also in that situation, everybody was also in that situation where people at that age felt the urgency to determine what kind of future they wanted to pursue. And to make it come true, kita butuh persetujuan “universe” (baca: orang tua) hehe. Ternyata bukan di Indonesia aja ya permasalahan gitu muncul, di Amerika juga.

Plot

Oke kita mulai ceritanya ya.. Lady Bird atau Christine (diperankan oleh Saoirse Ronan), adalah anak sekolah tingkat akhir yang berencana untuk melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi (kalau di Indonesia setara sama anak kelas 12). Christine berasal dari Sacramento, sebuah kota kecil di California. Secara administratif, Sacramento ini adalah Capital City-nya California namun punya citra yang kurang “modern” di mata penduduk US. Sacramento sekalipun ibukota namun cost livingnya rendah dibanding kota-kota lain di California. Banyak yang bilang kota ini boring, terlalu tradisional, dan seperti ngga ada yang menarik bisa dilakukan di sana. Christine hates the fact that she is from Sacramento. Mungkin karena di pikirannya, dia takut dinilai seperti ini. (People from Sacramento areactually country bumpkins)

Country Music

Sebenernya bukan benci juga, tapi dia menginginkan kota yang dia pikir lebih relevan untuk masa depan dan personalitasnya yang menurut dia east-coast banget.

Christine mendambakan bisa kuliah di kampus-kampus east-coast namun “universe” seolah menentang. Pertama, ibunya yang berpikir bahwa mereka tidak punya cukup uang untuk menyekolahkan Christine di sana. Kedua, lingkungannya (baik lingkungan sekolah maupun keluarganya) menganggap Christine tidak cukup pintar untuk bisa diterima di sekolah-sekolah impiannya.

Film ini menceritakan bagaimana anak dari keluarga yang kurang mampu dan dengan intelektualitas rata-rata bisa mewujudkan impiannya untuk sekolah jauh dari orang tua dan di kota yang dianggap keren (ada yang pernah ngalamin situasi seperti ini? Kalau saya sih pernah banget). Selain permasalahan tersebut, dia juga masih harus berurusan dengan permasalahan-permasalahn khas remaja seperti pubertas, persahabatan, sekolah, eks-kul, pacaran, jati diri, dan juga hubungan dengan orang tua.

What’s the meaning of Lady Bird?

Nah, kenapa atau apa sih Lady Bird itu? Maksudnya apa kok judul film ini “Lady Bird”?

Jadi Lady Bird itu nama yang Christine kasih untuk dirinya sendiri. Karakter Christine digambarkan sebagai remaja yang deterministik, berusaha menentang apa yang orang bilang harus dia terima sebagai nasibnya termasuk namanya sendiri. Dia nggak mau terima begitu aja nama yang dikasih oleh orang tuanya, makanya dia tambahin “Lady Bird” di akhir namanya ( Christine “Lady Bird”). Menurutnya, nama itu adalah “hadiah” untuk dirinya sendiri. Agak ajaib emang pemikirannya, namun menurut saya ini suatu keunikan yang dimiliki Christine karena dia mencintai dirinya. Jarang lho, anak remaja yang sebegitu sayang sama diri sendiri. Biasanya malah pengen jadi orang lain/krisis identitas. Christine tipe anak yang sangat tau apa yang dia mau dan apa yang ingin dituju.

Humor : Lady bird movie is fulfilled with humor

Buat kamu yang lagi pengen nonton film bagus dan pengen banyak ketawa, Lady Bird pilihan yang cocok. Menurut saya film ini banyak mengandung humor mulai dari yang cerdas sampai sarkastik. Nuansa humor sudah terasa di beberapa menit film ini mulai ketika Christine dan ibunya berdebat di dalam mobil. Dalam adegan tersebut Christine yang nggak tahan dengan omelan ibunya, secara spontan melempar dirinya keluar dari mobil yang sedang berjalan. Adegan ini bisa dilihat di trailernya 👇🏻

Hasil dari adegan itu, sepanjang film tangan Christine dibalut gips karena patah. Image result for lady bird awards

Karakter Christine ini digambarkan sebagai karakter yang spontan dan nggak pikir panjang ala anak remaja. Salah satu permasalahan besar yang harus dia hadapi adalah kenyataan bahwa dia tidak pintar terutama di bidang matematika. Kondisi ini tuh bukti bahwa susah banget jadi anak dengan otak ala kadarnya. Tenang Christine, been there done that. Yes sama kok, saya juga dulu begitu..sering menyesali kenapa nggak terlahir pintar :))

Ada adegan dimana dia mendapatkan kesempatan emas (nggak sengaja melihat setumpuk berkas nilai matematika dan diam-diam mengambil dan membuangnya agar mendapat kesempatan memperoleh nilai yang lebih baik). Karena berkas nilai hilang, guru Matematikanya jadi mendata ulang nilai muridnya dengan dipanggil satu-satu dan ditanya berapa nilai mereka dengan mengandalkan kejujuran. Ketebak kan ini gimana endingnya dari situasi ini? Jelas saja Christine ngaku nilainya lebih besar dari yang tertulis di berkas asli yg sudah hilang.

Saya jadi mikir sih, kenapa dulu waktu SMA nggak “secerdas” si Lady Bird ini.. siapa tau kan nilai di Raport jadi berubah :))

Ada juga adegan di mana Christine nekad nyuri majalah di supermarket karena nggak dibeliin sama ibunya padahal harganya sangat murah

Hasil gambar untuk lady bird movie scene

(ini dia ekspresinya)

Love-hate relationship with her mother

Bagian yang ini, sepertinya semua remaja cewek bisa ngalamin dimana rasanya emak kita itu baweeeeel banget tapi kita juga sayaaaang banget. Christine dan ibunya punya karakter yang sama-sama keras. Jadi mereka tiap hari berantem.

Si ibu punya perangai yang keras bukan karena benci sama anaknya namun karena terlalu sayang. Christine disekolahkan di sekolah swasta katolik yang biayanya mahal sementara ibunya ini kerja sendirian. Jadi wajar sih si ibu ini jadi sering sensi kalo anaknya bertingkah. Karena ibunya harus kerja double shift untuk bisa membiayai Christine sekolah di sekolah yg dianggap ibunya paling aman dan terbaik untuk anaknya. Ah, so sweet….

Walaupun sering berantem, si ibu selalu mendukung kegiatan anaknya ini. Seperti ketika anaknya mau kencan, ibunya bantuin Christine cari gaun di toko pakaian bekas dan memermaknya sendiri di rumah.

Hasil gambar untuk lady bird movie scene

Acting

Saya rasa, akting aktor dan aktrisnya di film ini wonderful banget. Nggak heran baik Saoirse Ronan (Christine) dan Laurie Metcalf (ibunya) dapet nominasi Oscar. Film ini sangat menghormati kemampuan akting Ronan yang nggak pernah mengecewakan. Laurie Metcalf di sini “dapet” banget bawain karakter seorang ibu penyayang tapi ngomel-an. Chemistry ibu-anak di film ini terasa meyakinkan dan natural. Kehadiran  Lucas Hedges  dan  Timothée Chalamet juga mencuri perhatian. Lucas Hedges cocok banget meranin remaja country side yang relijius. Emang tampangnya tuh, gimana ya…. semacam country banget gitu. Oya, sekalipun hanya mendapat peran kecil namun 2 film di mana Lucas terlibat, masuk semua jadi nominasi Oscar (Lady Bird dan Three Billboards Outside Ebbing, Missouri).

Moral of the story

Kesan yang saya dapat dari film ini adalah, jadi bikin throwback ke masa-masa mau pilih kuliah. Bukan tentang sayanya sih, tapi jadi teringat sama teman-teman yang pada waktu itu struggle untuk bisa meraih impiannya. Ada yang di sekolah pintar namun kurang beruntung untuk bisa kuliah (akhirnya malah nggak kuliah), ada yang sudah keterima SPMB (Duh ketauan banget umurnya) di kota lain namun nggak jadi berangkat karena orang tuanya nggak punya biaya untuk ngongkosin ke luar kota. Ada juga teman yang gila-gilaan berusaha masuk ke salah satu kampus swasta di Bandung sampai 4 kali tes. Banyak sekali cerita yang akhirnya teringat dan membuat makin bersyukur. Karena banyak teman kita yang tidak se beruntung kita yang pada akhirnya bisa masuk ke kampus impian di kota impian.

Pintar dan kaya bukan “segalanya”. Yg penting gigih kayak Lady Bird. InsyaAllah tujuan bisa tercapai.

😉

Please follow and like us:

Wakanda Forever : Black Panther Review

Wow.. it’s been almost a month since the first time Black Panther released. Wah ngga kerasa ya udah mau masuk minggu ke -4 penayangan dan belum turun juga dari bioskop! Ini pencapaian yang luar biasa mengingat Black Panther baru pertama kali dibikin filmnya dan karakter jagoan ini juga baru pertama kali diperkenalkan di Captain America : Civil War. Ternyata, animonya pecinta Marvell sangat besar untuk mengenal tokoh yang direpresentasikan dengan figur Macan Kumbang Hitam ini.

Respon penonton yang sangat bagus ini didukung oleh faktor penayangan yang bertepatan dengan libur anak sekolah. Black Panther produksi Disney-Marvel ini telah berhasil meraup 218 juta dolar AS (pikiranrakyat.com).

Film ini dibuat untuk mengenal karakter T’Challa lebih dalam sebelum nanti akan ditampilkan lagi di The Avengers Infinity War. Agak nostalgia sedikit ya.. biar nggak lupa. Karakter T’Challa pertama kali diperkenalkan pada film Captain America: Civil War sebagai anak dari Raja Wakanda yang meninggal terkena insiden bom. Walaupun di film tersebut T’Challa hadir sebagai jagoan, namun dia tidak bergabung dengan The Avengers (belum kali ya). T’Challa secara independent memburu Winter Soldier untuk dendamnya atas kematian sang ayah. Sekalipun misi tersebut sejalan dengan Tony Stark dan Red Team-nya, Black Panther tetap berjuang sendiri. Baru di akhir film saja akhirnya terdapat kesepakatan  antara pemerintah, Tim Tony Stark dan T’Challa untuk menahan si Winter Soldier di penjara negara Wakanda. Negeri asal Black Panther.

Ok, cukup nostalgianya. Kita kembali ke film Black Panther.

Siapa sih Black Panther ini?

Image result for black panther plot

vanity.com

Buat kamu yang masih asing dengan karakter ini, berarti kamu sama seperti saya. Emang Black Panther bisa dibilang sebagai karakter dalam komik Marvel yang baru muncul belakangan. Jadi wajar kalau belum familiar. Nah, film ini membuat saya punya persepsi lain terhadap karakter-karakter jagoan Marvel yang lain. Kenapa? hmm,, karena di antara semua jagoan Marvel, Black Panther adalah makhluk yang paling “tradisional”. In a good way exactly.

Black Panther atau kalau kita terjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia yaitu Macan Kumbang berwarna Hitam adalah simbol super power Negeri Wakanda. Patung Macan Kumbang Hitam ini semacam lambang negeranya Wakanda. Nah, simbol ini juga digunakan sebagai identitas para raja Wakanda dan keturunannya. Namun tidak mesti keturunan darah langsung karena siapapun nanti rajanya, dia akan diberikan kekuatan super yaitu kekuatan Black Panther ke dalam tubuhnya melalui suatu proses ritual.

T’Challa adalah anak T’Chaka yang sebelumnya tewas dalam insiden bom di film Captain America Civil War. Sebagai anak pertama, T’Challa secara otomatis mewarisi tahta dan kekuatan Black Panther. Film ini menceritakan tentang awal mula T’Challa dinobatkan menjadi raja.

Plot

Film ini dimulai dengan inspeksi mendadak T’Chaka ke adik kandungnya (Om nya T’Challa) yang diutus ke negeri manusia biasa untuk menolong kaum lemah. Tapi ternyata adiknya ini melakukan misi rahasia yang bertentangan dengan ideologi negeri Wakanda. Inspeksi inilah yang nantinya menjadi sumber konflik di film ini.

Lanjut ke beberapa tahun kemudian, T’Challa harus kembali ke Wakanda untuk penobatannya sebagai seorang raja baru. Masalah datang ketika dunia di luar Wakanda mulai “mencium” keberadaan aset utama negeri Wakanda yaitu Vibranium. Vibranium ini dicuri oleh sekelompok orang dan akan disebar/didistribusikan ke penduduk dunia yang sedang berperang.

Mendengar insiden tersebut, T’Challa memutuskan untuk tidak berlama-lama berada di Wakanda untuk menangkap ketua kelompok orang jahat ini yaitu Klaue yang akan melakukan penjualan artifak Vibranium di sebuah Cassino di Bussan, Korea.

 Wakanda Rules

Selain harus mengenal tokoh dan karakter Black Panther, tugas penonton yang lain adalah mengenal apa itu Wakanda?

Wakanda yang menjadi setting tempat asal Black Panther ini adalah suatu negara yang terisolasi di balik pegunungan di Afrika yang berbentuk melingkar menutupi keberadaan negeri ini. Walaupun negara ini terisolasi, Wakanda merupakan negara dengan teknologi yang levelnya 10 kali lipat lebih maju dibanding negara negara biasa. Wakanda sendiri dibangun di atas tanah yang mengandung Vibranium (jenis logam mulia paling kuat di dunia). Nah dari Vibranium itulah semua teknologi diciptakan. Mulai dari transportasi, kedokteran, komunikasi, otomotif, energi, dan lain sebagainya yang luar biasa canggih!

Sekalipun canggih, Wakanda ini menjunjung tinggi kearifan lokal. Terlihat dari motif-motif tribal khas Afrika dipakai menjadi motif pakaian, senjata serta ornamen bangunan di negara tersebut.

Image result for baju koko black panther

Nah, ini contohya. Ganteng banget kan berasa dah siap mau sholat jumat :)). Makanya di awal, saya bilang kalo Black Panther adalah jagoan yang tradisional. Ya karena dia di era modern seperti ini masih menjunjung tinggi pakaian adat.

Prosesi Penobatan Raja

Memang anak pertama raja sudah pasti akan diangkat menjadi raja setelah si raja meninggal. Namun untuk menjaga demokrasi, ada sesi sebelum si calon raja dinobatkan, masyarakat akan ditanya “siapa yang tidak setuju” kalau calon raja tersebut dinobatkan menjadi raja. Bagi yang tidak setuju, mereka berhak bertanding melawan si calon raja tersebut dan kalau menang, dia boleh menggantikan posisi raja.

Setelah prosesi penobatan, Raja baru akan diberi kekuatan Panther dengan cara memakan semacam herbs yang akan membawanya terlebih dahulu ke alam kematian dan bertemu dengan para leluhurnya. Setelah itu, barulah si raja baru ini memiliki kekuatan super human secara utuh.

Sinematografi

Salah satu elemen dalam film ini yang menimbulkan decak kagum adalah sinematografinya terutama pemandangan negeri Wakanda. Saya yang punya background di bidang arsitektur sudah pasti terhipnotis dengan desain negara Wakanda ini. Maju namun tetap “green”.

Image result for wakanda

Image result for wakanda

Related image

Image result for wakanda

Seger banget emang ngeliat negara kayak gini. Transportasi umum yang canggih bisa berada di tengah-tengah masyarakat yang masih memegang jiwa tradisional. Terlihat dari dinding bangunan dipajang keranjang-keranjang anyaman buatan masyarakat Afrika.

Visual Effect

Visual effect di film ini sarat teknologi super advance. Nah tapi ada yang nggak baru sih, seperti ide mobil dan pesawat yang dikendalikan dari jarak jauh sebelumnya sudah pernah muncul di film Guardian of The Galaxy. Adegan tembak-tembakan senjata Vibranium merupakan hal yang baru dari film ini dimana tembakan biasa berasa kayak ketapel. Visual Effect menurut saya elemen yang paling diunggulkan dari film ini.

Fighting Scene 

Adegan berantem yang mengawali ucapan “woww” adalah adegan berantem di Bussan dimana si Black Panther mengendarai mobil yang terbuat dari Vibranium yang dikirim langsung dari Wakanda oleh adiknya. Mobil ini sebenarnya dikendarai oleh adik T’Challa secara jarak jauh. T’Challa sendiri tidak menyetir mobil ini melainkan nangkring di atap mobilnya. Hehe.. sakti kan?

Selama di Korea ini, T’Challa ditemani oleh pacarnya dan satu orang prajurit perempuan. Kedua perempuan ini mengendarai mobil yang terbuat dari Vibranium yang tidak mempan ditembak pakai peluru konvesional.

Namun, Klaue mempunyai senjata yang terbuat dari Vibranium hasil curiannya. Yang diinstal langsung di tangan kanannya yang aslinya buntung. Nah senjata ini lah yang mampu menandingi senjata prajurit Wakanda.

Adegan berantem yang paling epic adalah ketika terjadi perang saudara di Wakanda dimana ada raja baru yang menggeser posisi T’Challa. Scene tersebut merupakan scene paling wow karena semua senjata dan “kendaraan” berupa binatang-binatang raksasa yang siap tempur, dikeluarin semua.

Preferensi Pribadi

Kalau saya pribadi semacam butuh waktu untuk menikmati film ini yang alurnya lumayan lambat. Humor-humor yang disajikan dalam film ini juga kurang berhasil membuat saya otomatis tertawa (butuh loading dulu.. oh, itu maksudnya ngelucu ya?) baru deh akhirnya bisa ketawa. Plot bukan bagian terfavorit saya dalam film ini. Bagian terfavorit pada film ini adalah visual effect dan sinematografi yang hanya bisa kerasa nikmat kalau nonton di bioskop. Adegan fightingnya menurut saya juga kurang intense (porsi cerita lebih banyak daripada porsi fight)

Namun sekali lagi, ini hanya penilaian pribadi karena selera orang bisa beda. Nah gimana nih menurut kamu yang sudah nonton?

Please follow and like us:

“I can smell your Fear” : a Justice League Review

Bagi penggemar komik DC, pasti film ini sudah dinanti-nanti. Terutama untuk generasi yang lahir di tahun 70-80 an, film DC pasti punya arti tersendiri karena mereka tumbuh bersama karakter-karakter dalam film DC yang bisa dinikmati baik dalam wujud serial TV  maupun layar lebar. Coba kita urut, mulai dari ragam film Superman yang sudah mulai dibuat dari tahun 70an. Kemudian, Batman yang juga terus dibuat dari tahun 80 an sampai sekarang. Wonder Woman sendiri pada tahun 90an dibuat TV serinya yang sayapun masih ingat, serial ini ditayangkan oleh RCTI setiap hari selasa pukul 14.00 WIB.

Oke, kembali ke Justice League. Jadi film yang disutradarai oleh Zack Snyder ini bercerita tentang bangkitnya  Steppenwolf and his army of Parademons ke dunia setelah ribuan tahun “mati” akibat kalah pada perang melawan Olympian Gods, Amazons, Atlanteans, ancient humans, and Green Lanterns. Pada perang tersebut, Steppenwolf bermaksud untuk menaklukkan bumi dengan cara menyatukan kekuatan dari tiga sumber energi yang disebut motherboxes. Setelah kekalahan ini, motherboxes disembunyikan terpisah di beberapa lokasi di dunia yaitu; 1 disembunyikan di Negeri Amazon asalnya Diana Prince, 1 di Negeri Atlanteans asalnya Arthur Curry (Aquaman) dan satu lagi di Negeri manusia.

Kematian Superman di film sebelumnya (Batman Vs Superman : Dawn of Justice) menyebabkan ketiga Mother Boxes ini bereaksi kembali.  Reaksi tersebut menyebabkan  bangkitnya Steppenwolf dan pasukannya yang ingin kembali menyatukan motherboxes tersebut untuk menaklukkan dunia.

Untuk menyelamatkan bumi, Bruce Wayne a.k.a Batman berinisiasi mengumpulkan makhluk-makhluk yang memiliki kekuatan super untuk bergabung melawan Steppenwolf. Seperti pada taglinenya: “You can’t save the world alone”.

Makhluk super yang pertama bergabung adalah Diana Prince a.k.a Wonder Woman. Kenapa saya bilang makhluk? karena beberapa dari mereka bukan manusia. Bahkan satu-satunya manusia tulen cuma si Bruce Wayne yang nggak punya kekuatan apa-apa selain kekayaannya. Hehe. Kemudian Barry Allen a.k.a The Flash menyusul untuk gabung. Disusul oleh Victor Stone a.k.a Cyborg dan terakhir Arthur Curry a.k.a Aquaman.

Oke, saya mau membahas satu-persatu elemen dalam film ini berdasarkan perspektif saya sebagai penikmat film (bukan orang di bidang perfilman).

Sinematografi

Sinematografi Justice League ini khasnya film-film DC yang emang memanjakan visual dengan nuansa yang agak agak “dark” gitu seperti di film trilogi Batman. Dalam hal ini, Zack Snyder berhasil membuat Interpretasi visual yang indah namun serius. Nuansa warna, pengambilan gambar dan pemilihan background seolah membawa kita ke alam  lain yang “magical”, yang nggak akan kita jumpai dalam kehidupan nyata. Setting yang paling saya suka adalah Rumah Kent Family beserta landscapenya  yang dikelilingi ilalang. That screen was totally blew me away. Ditambah dia bermesra-mesraan pula sama Lois Lane di halaman rumah dengan suasana sore-sore menjelang maghrib gitu. Aww.. so sweet.

justice-league-superman-clark-kent-1034722-1280x0
Halaman rumah Clark Kent

Visual Effect

Bagian inilah yang membuat saya ketagihan dan nggak mau ketinggalan nonton film-film DC. Dan harus nonton di bioskop. Kalau via DVD player apalagi online streaming, ya.. gimana kerasa serunya?

Dalam urusan visual effect, somehow saya merasa film-film DC sejak Trilogi Batman seperti memasang standart untuk film science-fiction dan seperti selalu selangkah lebih maju dibanding film science fiction lainnya bahkan produksi Marvel sekalipun. Kalau sudah lihat film ini, sci-fi movies yang lain jadi berasa ecek-ecek. Itu juga yang saya rasakan ketika menonton Man of Steel yang diputar tidak lama setelah Ironman 3. Ironman 3 jadi terasa sangat amatir compare to Man of Steel.

Mulai dari efek tinju-tinjuannya terutama yang dilakukan oleh para dewa (Diana Prince, Kal el, dan Arthur Curry) memang berasa itu pukulan dari dimensi lain, interpretasi pukulan ke”dewa”annya tergambarkan dengan sangat baik. Efek jatuh, efek hancur, efek flooding, Sampai ke lambaian sayap Kal-el yang ternyata CGI memang benar-benar bikin bengong tercengang menontonnya. Saya rasa, visual effect adalah bagian terbaik dari film ini.

Cerita

Kalau dari segi cerita, berbanding terbalik dengan film-film Marvel yang selalu kocak dan santai, DC memang selalu menghadirkan suasana yang serius begitupun pada film Justice League ini. Namun, DC pun sejak film Wonder Woman terlihat berusaha untuk menghadirkan humor ke dalam film-filmnya. Kalau dari segi plot cerita, DC sangat berupaya untuk tidak keluar jauh dari pakem komiknya. Nah ini juga yang kurang sesuai dengan “Selera” pasar sehingga kalau penontonnya benar-benar awam dari kisah-kisah komik DC akan mudah merasa bosan.

Dialog

Saya orang yang paling suka memerhatikan dialog dialog pada film. Ada beberapa dialog yang kuat dan akan selalu bikin teringat terutama dialog-dialognya Barry Allen yang karakternya dibuat lucu.

  1. What’s your super power, again? Iam rich (saat Barry Allen ikut Bruce Wayne ke basecamp nya)
  2. They….. are really vanished. Umm, Well that’s rude (Saat Barry Allen baru sadar kalo dia ditinggalin temen-temennya)
  3. I hear you can talk to fish (Percakapan Bruce Wayne ke Arthur Curry)
  4. I can smell fear (ini juga yang bikin terngiang-ngiang karena Steppenwolf bakalan menghabisi siapapun yang merasa takut)

Acting

Casts nya tepat banget. Suka sekali sama Gal Gadot yang berhasil membawakan peran Diana Prince dengan karakter yang punya kecantikan klasik, tegas dan effortless. Wibawa seorang dewi jagoan, dan kesan wanita tangguh sangat meyakinkan dibawakan oleh Gadot. Jadi menurut saya, Gadot itu bukan sekedar aktris cantik yang dipasang jadi jagoan, tapi dia sendiri adalah jagoan tersebut. Akting Gal Gadot membuat saya berpikir bahwa aktris-aktris yang membawakan peran superheroes lain harus berguru sama dia.

Peran Barry Allen dibawakan oleh Ezra Miller membuat saya jatuh cinta sama kekonyolannya. Miller pas banget membawakan karakter teenagers yang innocent dan ngerasa nggak punya kekuatan apa-apa. Begitupun Jason Momoa yang berhasil menginterpretasikan karakter Arthur Curry yang angkuh, narsis, “serem” dan konyol.

Untuk peran Bruce Wayne, Sejujurnya saya susah move-on dari karakter Batman yang dibawakan Christian Bale. Namun dalam film ini, Ben Afleck sangat meyakinkan sebagai superhero yang mulai tua dan tak terlalu berdaya menghadapi kejahatan dunia. Afleck sangat mahir membawakan karakter yang desperate namun berusaha tetap optimis.

Moral Story

Terakhir, saya ingin menyampaikan Moral of the story yang saya dapat dari film ini. Seperti yang saya tulis pada judul yaitu “I can smell your fear” merupakan pesan yang sangat kuat untuk kita semua agar tidak mudah takut dalam menghadapi rintangan. Bahwasanya ketakutan kita bisa mudah tercium musuh dan ketakutan kita sendiri lah yang seringkali membuat kita kalah. Film ini menasehati kita untuk tidak takut menghadapi kekacauan sekalipun kekacauan tersebut terasa di luar kemampuan kita.

Sekian review saya tentang film Justice League, bagi yang belum menonton, segeralah menonton karena Justice League worth it banget untuk ditonton. And i give 5 outta 5.

 

Please follow and like us:

Film yang tidak disangka bagus

Memang akan selalu ada waktu dimana kamu punya waktu luang namun tidak ada film bagus di bioskop. Tidak ada box office movies pun tdk ada film-film yang bereputasi oscar. Tapi pada waktu tersebut, kamu udah ngebet banget duduk di bioskop sambil ngunyah popcorn dan menghilang sejenak dari kehidupan nyata.

Pada waktu seperti demikian, saya biasanya random aja pilih film yang ada di list bioskop.  Biasanya saya pilih berdasarkan sinopsis / aktornya terkenal atau enggak / cuma bermodal feeling aja dari lihat posternya (liat trailernya juga enggak). Dan nothing to loose aja, mau bagus atau jelek, ya dicoba dinikmati aja. Ternyata memang ada beberapa film yang zonk banget ceritanya. Sebaliknya ada yg nggak disangka-sangka bagus seperti yang tertulis di bawah ini.

Spy (2015)

Nonton ini semata-mata hanya karena ada Jude Law dan nggak ada film lain yang bisa dipilih. Eh ternyata film ini sangat menghibur. Apalagi dalam kondisi kejiwaan yang sangat kusut dan bumi seolah “meludahi” kita bertubi-tubi. Nonton film ini dari baru mulai sampai selesai, nggak akan bikin berhenti tertawa. Memang “bungkus”nya adalah film action yang menceritakan pekerjaan para Spy. Namun, kalau menurut saya, film ini full comedy.

Film ini punya cita rasa humor yang alami, ringan dan universal. Siapapun yang menontonnya akan sangat mudah terhibur. Gaya dialognya juga natural banget dengan celetukan-celetukan spontan yang sejadi-jadinya makin lucu ketika dibawakan oleh Melissa McCarthy sebagai Susan Cooper. Sekalipun banyak mengandung unsur-unsur  Slapstick, namun sutradara Paul Feig mampu menakarnya dalam komposisi yang pas sehingga terkesan tidak berlebihan dan masih ampuh memancing tawa berat para penonton. Jadi nonton ini berasa nonton film-film Warkop DKI di tahun 80-90an. Walaupun banyak adegan jatuh-jatuh, tertimpa barang, kepleset, namun tetap saja menggelikan.

Hitman’s bodyguard

Kalau film ini saya juga awalnya nggak pernah dengar gaungnya. Ketika cek di IMDB, ratingnya juga cuma 7. Kebetulan lewat XXI dan di salah satu poster filmnya ada Ryan Reynolds! Awww… my favorite actor. Nggak ragu lagi, langsung beli tiket saat itu juga. Karena ini bukan film box office, jadi kemungkinan cuma diputar 1 minggu di bioskop bahkan bisa kurang dari itu jika penontonnya sedikit. Jadi, karena ini idola saya yang main, saya langsung bisa merasakan kalau ini  bakalan worth to watch!

Sama seperti Spy, film ini merupakan film beraliran comedy action. Film ini menceritakan tentang Michael Bryce (diperankan oleh Ryan Reynolds) seorang mantan detektif CIA yang dipecat dan beralih profesi menjadi Bodyguard para penjahat kelas kakap. Dia sangat menikmati profesi barunya sampai suatu ketika, ia harus menjadi bodyguard untuk musuh bubuyutannya yang seringkali ingin membunuhnya. Musuh bubuyutannya ini adalah Darius Kinkaid yang diperankan oleh Samuel L Jackson. 

Chemistry antara Reynold dan Jackson di depan layar terasa sangat intense. They’re just naturally being sarcasm to each other, seenaknya mengumpati dan menertawakan satu sama lain, ingin membunuh satu sama lain namun disatu sisi, merekapun tidak tahan untuk melindungi satu sama lain. Ya, film ini mengeksplorasi love-hate relationship antara sesama penjahat yang saling membenci namun dalam suatu kondisi yang tidak terelakkan, mereka harus berkompromi untuk menjadi satu tim.

Dialog-dialog dalam film ini kasar, namun baik Reynolds dan Jackson terasa ringan bangeeet mengeluarkan kata-kata tesebut. Memang saya rasa Reynolds ini natural banget sarkastik dan rude-nya. Itulah yang saya suka dari dia dengan gaya-gaya selengeannya. Begitupun Jackson, dia di sini sukses berat menampilkan penjahat era lama yang skill-nya penuh kespontanan (tanpa perhitungan, tanpa rencana, tanpa teknologi, langsung hajar aja).

Darius Kinkaid: You know, when life gives you shit, you make Kool-Aid.

Michael Bryce: That’s not really how that expression works.

Darius Kinkaid: That’s the beauty of that motherfucker. Life.

Michael Bryce: Yeah, well… life, I mean, life doesn’t usually give you shit and then turn into a beverage.

Ini bagian dialog yang sangat saya suka 

Yang lebih surprising lagi, ada Salma Hayek yang turut hadir sebagai salah satu karakter yang paling mengocok perut. Perempuan secantik itu bisa melucu sampai nggak kesisa lagi sisi girly-nya. Aktingnya “lepas” banget dalam membawakan peran sebagai tahanan perempuan yang juga seorang istri penjahat. Hayek  mampu mebawakan karakter yang bersifat paradoxical yaitu bengis tapi romantis dan rude namun humoris.

The Accountant

Film ini agak beda dengan ke dua film yang saya bahas sebelumnya, Film ini serius dengan genre thriller. Nonton ini juga karena yg main terkenal, yaitu Ben Affleck dan Anna Kendrik sekalipun eksistensi film ini sendiri, di bioskop-bioskop Tanah Air tidak terlalu populer.

Ternyata bagus namun memang butuh konsentrasi saat menontonnya karena alurnya banyak di-twist. Menceritakan tentang seorang Akuntan jenius yang menderita autisme. Namun bukan hanya seorang akuntan biasa, Christian Wolf yang diperankan oleh Ben Affleck, juga (diam-diam) seorang ahli tembak.

Film ini sarat pesan moral dalam mengarungi hidup, on bitter side, off course.  Mengajarkan kita cara memaknai arti keluarga dengan kehilangannya dan memberi pesan untuk melepas persepsi atas batasan diri dalam meraih sesuatu. Intinya kita tidak boleh percaya kalau kita ini lemah. Wow ya, what a motivation!

Film ini juga mengajarkan untuk tidak meremehkan orang lain, karena orang yang biasa kamu remehkan itu seringkali jauh lebih baik dan hebat dibanding kamu.

Sekian review dari saya. Kalau punya waktu luang dan bingung mau ngapain, jangan lupa tonton film-film ini.

See ya!

Please follow and like us:

Marrowbone Review : The Best Horror Movie i’ve Ever Seen in My Whole Life

By the time you read this article, make sure that you’re still on the last week of November. So If you read this today, you are beyond lucky because this movie is still on theater list and you still have the chance to watch it.

Yah, kenapa begitu?

Memang film ini tidak terlalu komersil. Cuma dapet jatah satu studio di bioskop. Sementara studio lain masih dikuasai Justice League dan Naura Sang Juara. Belum lagi, dalam minggu ini juga, Keluarga Tak Kasat Mata akan tayang. Jadi, alamat film bagus ini  cepet keluar dari bioskop-bioskop di tanah air.

Sejujurnya saya baru kali ini ngerasain keluar studio  sampe gemeteran dan terbawa suasana frustasi akibat menonton sebuah film. Ya, baru di film Marrowbone besutan sutradara Sergio G. Sánchez yang dikenal telah sukses menyutradarai film-film horor dan thriller kenamaan seperti  The Impossible (2012), The Orphanage (2007) dan Palm Trees in the Snow (2015) inilah saya merasakan efek yang begitu mendalam.

Genre 

Film ini adalah film horor yang berasal dari Spanyol dengan judul asli El secreto de Marrowbone. Sekalipun digolongkan sebagai film horor, namun saya pribadi  tidak terlalu merasakan banyak kengerian khas film-film horor yang sifatnya mistikal selama menonton film ini. Kalau mengharapkan kehadiran hantu-hantu gentayangan pada film ini, anda pasti kecewa. Karena Marrowbone tidak mengandalkan hantu untuk mengidentitaskan ke-horor-annya, melainkan rasa penasaran dalam wujud misteri.

Continue reading “Marrowbone Review : The Best Horror Movie i’ve Ever Seen in My Whole Life”

Please follow and like us:

INSIDIOUS THE LAST KEY REVIEW

Buat penggemar Insidious The Movie, pasti nggak mau ketinggalan nonton film ini. apalagi film ini dibilang film terakhir dan membahas tentang masa kecilnya si cenayang utama di setiap film Insidious (kecuali insidious 2) yaitu Ellise.

Plot:
Film ini menghubungkan ke masa kecil Ellise (Cenayang di film ini). Si Ellise ini ternyata sudah mempunyai kemampuan untuk melihat arwah sejak kecil. Dan akibat kemampuannya, dia sering disiksa sama ayah kandungnya sendiri.

Awalnya Ellise ini selain bisa melihat hantu, dia juga bisa memiliki visi tentang orang yang akan meninggal. Diperlihatkan di awal film, Ellise kecil sedang menggambar seorang laki-laki yang mati di atas kursi eksekusi hukuman mati padahal dia sendiri tidak kenal dengan orang tersebut. Dan benar saja, orang yang Ellise gambar, meninggal keesokan harinya.

Adegan horor pertama

Ellise dan adiknya tidur di satu kamar dengan tempat tidur susun, Ellise tidur di kasur bawah sedangkan adiknya mendapat jatah di kasur atas. Suatu malam, Ellise ngajak ngomong adiknya yang dia pikir tidur di bagian atas ranjang susun tadi. Mereka bicara dengan suara berbisik tentang apakah kamu percaya hantu. Namun, tidak lama dari situ, Ellise sadar bahwa adiknya tidur di kursi bukan di ranjang susun bersamanya. Jadi yang tadi diajak ngobrol siapa dong? JENG JEEEEEEENG

Adegan ini lumayan sekali bikin jatung mau copot. Bete banget ya, ngajak ngobrol jurig :))

Adegan horor ke dua,

Setelah adegan pengungkapan siapa yang bicara sama Ellise tadi, Ellise dan adiknya berteriak sehingga mengundang ayah dan ibunya datang. Ayah ellise kesal sekali karena Ellise mengaku (lagi) kalau dia barusan melihat hantu. Oleh karena itu Ellise dipukuli dan dihukum di ruang bawah tanah (kenapa deh ya..harus banget ada ruang bawah tanah kalo di film horor. Mbok ya beli rumah yang normal-normal aja nggak usah pakai basement, kan lebih murah. Laah kok protes)

Nah di ruang bawah tanah tersebut, Ellise ketemu sama biang setan di rumah itu yang berusaha membujuk ellise membuka “pintu”, pintu inilah yang selama di insidious sebelum2nya diterjemahkan sebagai pintu untuk menyebrang ke alam lain. Nah di bagian inilah ibunya Ellise meninggal kesetrum ketika datang menjenguk Ellise yang dikurung di ruang bawah tanah dalam kondisi setengah kesurupan.

Kadar kehororan dalam adegan ini adalah, situasi sendirian di dalam ruang bawah tanah di mana si Ellise disuruh buka pintu tersebut sama si biang setan. Bayanganku, setelah buka pintu itu dia bakalan ketemu sama banyak makhluk horor lainnya. Udah siap-siap tutup muka eh ternyata nggak jadi kebuka pintunya.

Adegan Horor ke 3

Saat cucunya Ellise lagi nyari peluit di rumah tersebut. Nah ceritanya kan si Ellise ternyata punya cucu, cewek 2 orang cakep2. Salah satu cucunya merasa mendengar dipanggil si Ellise yang emang ada di situ. Tapi ternyata yang manggil bukan Ellise, tapi si setan yang udah nungguin di ruang bawah tanah dan si cucu ini terlanjur nurutin suara Ellise dan masuklah dia ke ruang tersebut. Eh sumpah ya ini nggak lucu banget.. :)))

Fakta Menarik

Pintu yang diminta si biang setan untuk dibuka itu ternyata menyimpan rahasia yang berkaitan dengan rahasia bapaknya Ellise. Dikira Ellise selama ini yang ada di balik pintu itu adalah setan dan kroni-kroninya. Tapi ternyata apa coba? Yak, manusia. Tapi si Ellise baru sadar kalo itu isinya manusia ya pas dia sudah tua. Jadinya dia nggak sempet nyelametin manusia yang dikurung disitu. Manusia itu adalah seseorang yang dikurung bapaknya bertahun-tahun. Tapi kenapa bapaknya melakukan hal tersebut saya juga nggak paham. Maaf ya sodara-sodara ..

Ide melogikakan praduga keberadaan setan yang ternyata manusia ini mengingatkan ke film horor favorit saya yaitu Marrowbone. Ini kayaknya semacam terinspirasi. Tapi eksekusinya kurang surprising karena twistnya kurang cantik pengungkapannya.

Missing Logic

Banyak banget missing logic di film ini yang cukup membuat saya kecewa. Padahal yang bikin saya suka sama film Insidious ini adalah ide-ide ceritanya yang menarik dan pengungkapan misteri yang logis dan memuaskan terutama di Insidious 1 dan 2. Di film ini banyak logika yang meleset atau misteri yang nggak jelas maksudnya apa. Seperti:

  1. Apa maksud bapaknya Ellise menawan perempuan di ruang bawah tanah? ini nggak dijelasin dengan detail, di situ cuma dibilang bahwa bapaknya diperbudak si biang setan. Dan ternyata nggak cuma satu perempuan, banyak banget. Nah itu pereu datengnya darimana nggak dijelasin sama sekali
  2. Kenapa kejadian serupa bisa terulang ketika rumah tersebut ditempatin orang lain? Jadi ada orang lain ketika Ellise udah tua, minta bantuan sama Ellise untuk ngusir roh jahat di rumah tersebut. Eh ternyata orang itu juga mengurung perempuan di ruang bawah tanah. Maksudnya kalau itu emang disuruh si biang setan, tujuannya si biang setan teh naon?? nggak jelas cuy
  3. Adegan di mana si biang setan nusukin kuku yang berbentuk kunci ke leher cucunya Ellise dan Ellise. Itu maksud dan tujuannya apa sayapun gagal paham. Ngerti sih kalo si biang setan ini mau ngambil jiwanya dan dikurung di alam arwah. Tapi maksudnya biar kenapa? trus kenapa kukunya si setan ini bentuknya musti bentuk kunci? apa sengaja dipahat gitu :))
  4. Nggak terungkap dengan jelas maksud The Last Key itu apa
  5. Adegan si biang setan ditinju arwah ibunya Ellise itu di satu sisi memang heroik sekali. Tapi nggak ngertinya kenapa ibunya bisa menang dengan sekali strike, itu juga saya bingung. Mungkin ibunya dulu mantan petinju dan si biang setan mungkin kurang latihan.. Hmm..

Kesimpulan

Eh kesimpulan? dah kayak karya ilmiah aja ya? jadi kesimpulannya, don’t expect too much saat mau nonton film ini. Kalo mau cari yang sekedar nakut-nakutin, film ini lumayan kok. Lumayan bikin sakit leher karena banyak bikin saya overacting ketakutan. Tapi kalau nyari film horor dengan substansi cerita misteri yang menyentuh, ya.. nggak akan dapet. Nonton film ini seperti nonton Annnable dan Annable The Creation. Porsi nakutinnya banyak tapi porsi substansi ide cerita yang bagusnya kurang.

 

Baiklah sekian review dari saya, Chaw.

Please follow and like us: