Wakanda Forever : Black Panther Review

Wow.. it’s been almost a month since the first time Black Panther released. Wah ngga kerasa ya udah mau masuk minggu ke -4 penayangan dan belum turun juga dari bioskop! Ini pencapaian yang luar biasa mengingat Black Panther baru pertama kali dibikin filmnya dan karakter jagoan ini juga baru pertama kali diperkenalkan di Captain America : Civil War. Ternyata, animonya pecinta Marvell sangat besar untuk mengenal tokoh yang direpresentasikan dengan figur Macan Kumbang Hitam ini.

Respon penonton yang sangat bagus ini didukung oleh faktor penayangan yang bertepatan dengan libur anak sekolah. Black Panther produksi Disney-Marvel ini telah berhasil meraup 218 juta dolar AS (pikiranrakyat.com).

Film ini dibuat untuk mengenal karakter T’Challa lebih dalam sebelum nanti akan ditampilkan lagi di The Avengers Infinity War. Agak nostalgia sedikit ya.. biar nggak lupa. Karakter T’Challa pertama kali diperkenalkan pada film Captain America: Civil War sebagai anak dari Raja Wakanda yang meninggal terkena insiden bom. Walaupun di film tersebut T’Challa hadir sebagai jagoan, namun dia tidak bergabung dengan The Avengers (belum kali ya). T’Challa secara independent memburu Winter Soldier untuk dendamnya atas kematian sang ayah. Sekalipun misi tersebut sejalan dengan Tony Stark dan Red Team-nya, Black Panther tetap berjuang sendiri. Baru di akhir film saja akhirnya terdapat kesepakatan  antara pemerintah, Tim Tony Stark dan T’Challa untuk menahan si Winter Soldier di penjara negara Wakanda. Negeri asal Black Panther.

Ok, cukup nostalgianya. Kita kembali ke film Black Panther.

Siapa sih Black Panther ini?

Image result for black panther plot

vanity.com

Buat kamu yang masih asing dengan karakter ini, berarti kamu sama seperti saya. Emang Black Panther bisa dibilang sebagai karakter dalam komik Marvel yang baru muncul belakangan. Jadi wajar kalau belum familiar. Nah, film ini membuat saya punya persepsi lain terhadap karakter-karakter jagoan Marvel yang lain. Kenapa? hmm,, karena di antara semua jagoan Marvel, Black Panther adalah makhluk yang paling “tradisional”. In a good way exactly.

Black Panther atau kalau kita terjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia yaitu Macan Kumbang berwarna Hitam adalah simbol super power Negeri Wakanda. Patung Macan Kumbang Hitam ini semacam lambang negeranya Wakanda. Nah, simbol ini juga digunakan sebagai identitas para raja Wakanda dan keturunannya. Namun tidak mesti keturunan darah langsung karena siapapun nanti rajanya, dia akan diberikan kekuatan super yaitu kekuatan Black Panther ke dalam tubuhnya melalui suatu proses ritual.

T’Challa adalah anak T’Chaka yang sebelumnya tewas dalam insiden bom di film Captain America Civil War. Sebagai anak pertama, T’Challa secara otomatis mewarisi tahta dan kekuatan Black Panther. Film ini menceritakan tentang awal mula T’Challa dinobatkan menjadi raja.

Plot

Film ini dimulai dengan inspeksi mendadak T’Chaka ke adik kandungnya (Om nya T’Challa) yang diutus ke negeri manusia biasa untuk menolong kaum lemah. Tapi ternyata adiknya ini melakukan misi rahasia yang bertentangan dengan ideologi negeri Wakanda. Inspeksi inilah yang nantinya menjadi sumber konflik di film ini.

Lanjut ke beberapa tahun kemudian, T’Challa harus kembali ke Wakanda untuk penobatannya sebagai seorang raja baru. Masalah datang ketika dunia di luar Wakanda mulai “mencium” keberadaan aset utama negeri Wakanda yaitu Vibranium. Vibranium ini dicuri oleh sekelompok orang dan akan disebar/didistribusikan ke penduduk dunia yang sedang berperang.

Mendengar insiden tersebut, T’Challa memutuskan untuk tidak berlama-lama berada di Wakanda untuk menangkap ketua kelompok orang jahat ini yaitu Klaue yang akan melakukan penjualan artifak Vibranium di sebuah Cassino di Bussan, Korea.

 Wakanda Rules

Selain harus mengenal tokoh dan karakter Black Panther, tugas penonton yang lain adalah mengenal apa itu Wakanda?

Wakanda yang menjadi setting tempat asal Black Panther ini adalah suatu negara yang terisolasi di balik pegunungan di Afrika yang berbentuk melingkar menutupi keberadaan negeri ini. Walaupun negara ini terisolasi, Wakanda merupakan negara dengan teknologi yang levelnya 10 kali lipat lebih maju dibanding negara negara biasa. Wakanda sendiri dibangun di atas tanah yang mengandung Vibranium (jenis logam mulia paling kuat di dunia). Nah dari Vibranium itulah semua teknologi diciptakan. Mulai dari transportasi, kedokteran, komunikasi, otomotif, energi, dan lain sebagainya yang luar biasa canggih!

Sekalipun canggih, Wakanda ini menjunjung tinggi kearifan lokal. Terlihat dari motif-motif tribal khas Afrika dipakai menjadi motif pakaian, senjata serta ornamen bangunan di negara tersebut.

Image result for baju koko black panther

Nah, ini contohya. Ganteng banget kan berasa dah siap mau sholat jumat :)). Makanya di awal, saya bilang kalo Black Panther adalah jagoan yang tradisional. Ya karena dia di era modern seperti ini masih menjunjung tinggi pakaian adat.

Prosesi Penobatan Raja

Memang anak pertama raja sudah pasti akan diangkat menjadi raja setelah si raja meninggal. Namun untuk menjaga demokrasi, ada sesi sebelum si calon raja dinobatkan, masyarakat akan ditanya “siapa yang tidak setuju” kalau calon raja tersebut dinobatkan menjadi raja. Bagi yang tidak setuju, mereka berhak bertanding melawan si calon raja tersebut dan kalau menang, dia boleh menggantikan posisi raja.

Setelah prosesi penobatan, Raja baru akan diberi kekuatan Panther dengan cara memakan semacam herbs yang akan membawanya terlebih dahulu ke alam kematian dan bertemu dengan para leluhurnya. Setelah itu, barulah si raja baru ini memiliki kekuatan super human secara utuh.

Sinematografi

Salah satu elemen dalam film ini yang menimbulkan decak kagum adalah sinematografinya terutama pemandangan negeri Wakanda. Saya yang punya background di bidang arsitektur sudah pasti terhipnotis dengan desain negara Wakanda ini. Maju namun tetap “green”.

Image result for wakanda

Image result for wakanda

Related image

Image result for wakanda

Seger banget emang ngeliat negara kayak gini. Transportasi umum yang canggih bisa berada di tengah-tengah masyarakat yang masih memegang jiwa tradisional. Terlihat dari dinding bangunan dipajang keranjang-keranjang anyaman buatan masyarakat Afrika.

Visual Effect

Visual effect di film ini sarat teknologi super advance. Nah tapi ada yang nggak baru sih, seperti ide mobil dan pesawat yang dikendalikan dari jarak jauh sebelumnya sudah pernah muncul di film Guardian of The Galaxy. Adegan tembak-tembakan senjata Vibranium merupakan hal yang baru dari film ini dimana tembakan biasa berasa kayak ketapel. Visual Effect menurut saya elemen yang paling diunggulkan dari film ini.

Fighting Scene 

Adegan berantem yang mengawali ucapan “woww” adalah adegan berantem di Bussan dimana si Black Panther mengendarai mobil yang terbuat dari Vibranium yang dikirim langsung dari Wakanda oleh adiknya. Mobil ini sebenarnya dikendarai oleh adik T’Challa secara jarak jauh. T’Challa sendiri tidak menyetir mobil ini melainkan nangkring di atap mobilnya. Hehe.. sakti kan?

Selama di Korea ini, T’Challa ditemani oleh pacarnya dan satu orang prajurit perempuan. Kedua perempuan ini mengendarai mobil yang terbuat dari Vibranium yang tidak mempan ditembak pakai peluru konvesional.

Namun, Klaue mempunyai senjata yang terbuat dari Vibranium hasil curiannya. Yang diinstal langsung di tangan kanannya yang aslinya buntung. Nah senjata ini lah yang mampu menandingi senjata prajurit Wakanda.

Adegan berantem yang paling epic adalah ketika terjadi perang saudara di Wakanda dimana ada raja baru yang menggeser posisi T’Challa. Scene tersebut merupakan scene paling wow karena semua senjata dan “kendaraan” berupa binatang-binatang raksasa yang siap tempur, dikeluarin semua.

Preferensi Pribadi

Kalau saya pribadi semacam butuh waktu untuk menikmati film ini yang alurnya lumayan lambat. Humor-humor yang disajikan dalam film ini juga kurang berhasil membuat saya otomatis tertawa (butuh loading dulu.. oh, itu maksudnya ngelucu ya?) baru deh akhirnya bisa ketawa. Plot bukan bagian terfavorit saya dalam film ini. Bagian terfavorit pada film ini adalah visual effect dan sinematografi yang hanya bisa kerasa nikmat kalau nonton di bioskop. Adegan fightingnya menurut saya juga kurang intense (porsi cerita lebih banyak daripada porsi fight)

Namun sekali lagi, ini hanya penilaian pribadi karena selera orang bisa beda. Nah gimana nih menurut kamu yang sudah nonton?

Please follow and like us: