Lady Bird Review

Lady Bird Movie Review

Film besutan Greta Gerwig ini mendapatkan 4 nominasi di Academy Awards 2018. Untuk film yang mengangkat tema remaja sekolahan, bagi saya pencapaian tersebut sangat luar biasa. Lady Bird mendapatkan nominasi untuk Best Performance by an Actress in a Leading Role, Best Performance by an Actress in a Supporting Role, Best Achievement in Directing dan Best Original Screenplay. This movie was so close to Oscar! tapi  yah namanya belum rejeki. Jadi cukup puas jadi Nominee aja.

Bagi saya film ini sangat bagus karena mengangkat tema remaja dengan cara yang berbeda. Kalau biasanya tema-tema remaja yang diangkat ke film adalah cerita-cerita romantis yang topiknya “dangkal”, Lady Bird  mengangkat topik tentang permasalahan khas remaja ke level yang lebih esensial. It got me thinking that i was also in that situation, everybody was also in that situation where people at that age felt the urgency to determine what kind of future they wanted to pursue. And to make it come true, kita butuh persetujuan “universe” (baca: orang tua) hehe. Ternyata bukan di Indonesia aja ya permasalahan gitu muncul, di Amerika juga.

Plot

Oke kita mulai ceritanya ya.. Lady Bird atau Christine (diperankan oleh Saoirse Ronan), adalah anak sekolah tingkat akhir yang berencana untuk melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi (kalau di Indonesia setara sama anak kelas 12). Christine berasal dari Sacramento, sebuah kota kecil di California. Secara administratif, Sacramento ini adalah Capital City-nya California namun punya citra yang kurang “modern” di mata penduduk US. Sacramento sekalipun ibukota namun cost livingnya rendah dibanding kota-kota lain di California. Banyak yang bilang kota ini boring, terlalu tradisional, dan seperti ngga ada yang menarik bisa dilakukan di sana. Christine hates the fact that she is from Sacramento. Mungkin karena di pikirannya, dia takut dinilai seperti ini. (People from Sacramento areactually country bumpkins)

Country Music

Sebenernya bukan benci juga, tapi dia menginginkan kota yang dia pikir lebih relevan untuk masa depan dan personalitasnya yang menurut dia east-coast banget.

Christine mendambakan bisa kuliah di kampus-kampus east-coast namun “universe” seolah menentang. Pertama, ibunya yang berpikir bahwa mereka tidak punya cukup uang untuk menyekolahkan Christine di sana. Kedua, lingkungannya (baik lingkungan sekolah maupun keluarganya) menganggap Christine tidak cukup pintar untuk bisa diterima di sekolah-sekolah impiannya.

Film ini menceritakan bagaimana anak dari keluarga yang kurang mampu dan dengan intelektualitas rata-rata bisa mewujudkan impiannya untuk sekolah jauh dari orang tua dan di kota yang dianggap keren (ada yang pernah ngalamin situasi seperti ini? Kalau saya sih pernah banget). Selain permasalahan tersebut, dia juga masih harus berurusan dengan permasalahan-permasalahn khas remaja seperti pubertas, persahabatan, sekolah, eks-kul, pacaran, jati diri, dan juga hubungan dengan orang tua.

What’s the meaning of Lady Bird?

Nah, kenapa atau apa sih Lady Bird itu? Maksudnya apa kok judul film ini “Lady Bird”?

Jadi Lady Bird itu nama yang Christine kasih untuk dirinya sendiri. Karakter Christine digambarkan sebagai remaja yang deterministik, berusaha menentang apa yang orang bilang harus dia terima sebagai nasibnya termasuk namanya sendiri. Dia nggak mau terima begitu aja nama yang dikasih oleh orang tuanya, makanya dia tambahin “Lady Bird” di akhir namanya ( Christine “Lady Bird”). Menurutnya, nama itu adalah “hadiah” untuk dirinya sendiri. Agak ajaib emang pemikirannya, namun menurut saya ini suatu keunikan yang dimiliki Christine karena dia mencintai dirinya. Jarang lho, anak remaja yang sebegitu sayang sama diri sendiri. Biasanya malah pengen jadi orang lain/krisis identitas. Christine tipe anak yang sangat tau apa yang dia mau dan apa yang ingin dituju.

Humor : Lady bird movie is fulfilled with humor

Buat kamu yang lagi pengen nonton film bagus dan pengen banyak ketawa, Lady Bird pilihan yang cocok. Menurut saya film ini banyak mengandung humor mulai dari yang cerdas sampai sarkastik. Nuansa humor sudah terasa di beberapa menit film ini mulai ketika Christine dan ibunya berdebat di dalam mobil. Dalam adegan tersebut Christine yang nggak tahan dengan omelan ibunya, secara spontan melempar dirinya keluar dari mobil yang sedang berjalan. Adegan ini bisa dilihat di trailernya 👇🏻

Hasil dari adegan itu, sepanjang film tangan Christine dibalut gips karena patah. Image result for lady bird awards

Karakter Christine ini digambarkan sebagai karakter yang spontan dan nggak pikir panjang ala anak remaja. Salah satu permasalahan besar yang harus dia hadapi adalah kenyataan bahwa dia tidak pintar terutama di bidang matematika. Kondisi ini tuh bukti bahwa susah banget jadi anak dengan otak ala kadarnya. Tenang Christine, been there done that. Yes sama kok, saya juga dulu begitu..sering menyesali kenapa nggak terlahir pintar :))

Ada adegan dimana dia mendapatkan kesempatan emas (nggak sengaja melihat setumpuk berkas nilai matematika dan diam-diam mengambil dan membuangnya agar mendapat kesempatan memperoleh nilai yang lebih baik). Karena berkas nilai hilang, guru Matematikanya jadi mendata ulang nilai muridnya dengan dipanggil satu-satu dan ditanya berapa nilai mereka dengan mengandalkan kejujuran. Ketebak kan ini gimana endingnya dari situasi ini? Jelas saja Christine ngaku nilainya lebih besar dari yang tertulis di berkas asli yg sudah hilang.

Saya jadi mikir sih, kenapa dulu waktu SMA nggak “secerdas” si Lady Bird ini.. siapa tau kan nilai di Raport jadi berubah :))

Ada juga adegan di mana Christine nekad nyuri majalah di supermarket karena nggak dibeliin sama ibunya padahal harganya sangat murah

Hasil gambar untuk lady bird movie scene

(ini dia ekspresinya)

Love-hate relationship with her mother

Bagian yang ini, sepertinya semua remaja cewek bisa ngalamin dimana rasanya emak kita itu baweeeeel banget tapi kita juga sayaaaang banget. Christine dan ibunya punya karakter yang sama-sama keras. Jadi mereka tiap hari berantem.

Si ibu punya perangai yang keras bukan karena benci sama anaknya namun karena terlalu sayang. Christine disekolahkan di sekolah swasta katolik yang biayanya mahal sementara ibunya ini kerja sendirian. Jadi wajar sih si ibu ini jadi sering sensi kalo anaknya bertingkah. Karena ibunya harus kerja double shift untuk bisa membiayai Christine sekolah di sekolah yg dianggap ibunya paling aman dan terbaik untuk anaknya. Ah, so sweet….

Walaupun sering berantem, si ibu selalu mendukung kegiatan anaknya ini. Seperti ketika anaknya mau kencan, ibunya bantuin Christine cari gaun di toko pakaian bekas dan memermaknya sendiri di rumah.

Hasil gambar untuk lady bird movie scene

Acting

Saya rasa, akting aktor dan aktrisnya di film ini wonderful banget. Nggak heran baik Saoirse Ronan (Christine) dan Laurie Metcalf (ibunya) dapet nominasi Oscar. Film ini sangat menghormati kemampuan akting Ronan yang nggak pernah mengecewakan. Laurie Metcalf di sini “dapet” banget bawain karakter seorang ibu penyayang tapi ngomel-an. Chemistry ibu-anak di film ini terasa meyakinkan dan natural. Kehadiran  Lucas Hedges  dan  Timothée Chalamet juga mencuri perhatian. Lucas Hedges cocok banget meranin remaja country side yang relijius. Emang tampangnya tuh, gimana ya…. semacam country banget gitu. Oya, sekalipun hanya mendapat peran kecil namun 2 film di mana Lucas terlibat, masuk semua jadi nominasi Oscar (Lady Bird dan Three Billboards Outside Ebbing, Missouri).

Moral of the story

Kesan yang saya dapat dari film ini adalah, jadi bikin throwback ke masa-masa mau pilih kuliah. Bukan tentang sayanya sih, tapi jadi teringat sama teman-teman yang pada waktu itu struggle untuk bisa meraih impiannya. Ada yang di sekolah pintar namun kurang beruntung untuk bisa kuliah (akhirnya malah nggak kuliah), ada yang sudah keterima SPMB (Duh ketauan banget umurnya) di kota lain namun nggak jadi berangkat karena orang tuanya nggak punya biaya untuk ngongkosin ke luar kota. Ada juga teman yang gila-gilaan berusaha masuk ke salah satu kampus swasta di Bandung sampai 4 kali tes. Banyak sekali cerita yang akhirnya teringat dan membuat makin bersyukur. Karena banyak teman kita yang tidak se beruntung kita yang pada akhirnya bisa masuk ke kampus impian di kota impian.

Pintar dan kaya bukan “segalanya”. Yg penting gigih kayak Lady Bird. InsyaAllah tujuan bisa tercapai.

😉

Please follow and like us: